Oleh: Fattah Alfarhy Setiap orang berkesempatan sama untuk mendapatkan ilmu. Dia berhak mencari ilmu kapan saja. Di mana saja ada kebaikan, kapan saja ada hikmah patutlah untuk didengar dan dicatat dalam buku. Kewajiban mencari ilmu tidak lantas membiarkan orang belajar tanpa cara terbaik dari gurunya. Seorang pencari ilmu sejati pasti mengenal dan selalu mencoba cara belajar yang efektif baginya. Membaca dan menulis adalah dua cara terbaik dalam merekam jejak ilmu pengetahuan. Berbagai macam informasi tentang ilmu dan hikmah layak untuk didokumentasi dalam kumpulan catatan. Membaca adalah keniscayaan bagi setiap pencari ilmu. Sementara menulis adalah nyawa yang mengikat bacaan yang telah merasuk ke jiwa. Maka, bacaan adalah asupan akal yang memerlukan gizi sehat dan berarti. Saat membaca, mata akan menjadi bersinar karena tarian huruf-huruf yang menganga bagai api. Saat kalimat demi kalimat terucap dalam hati, maka tangan pun harus bergerak mengikuti langkah pikiran yang berjalan. D...
Last years ago, I have many pens at home. Maybe I could be named a pen collector. However, when I have many pens like that I was lazy to write anything. So, it was suitable called be pens-adorned (pena hias). It caused me to call my words or sentences by that name. But, I'm sure will change it suddenly.