Langsung ke konten utama

Bagimu, Pahlawan Al-Quran Sejati

Oleh: Fattah Alfarhy

Saat ku ingat, sepotong wajah itu
Penuh kesejukan dalam senyum dan wibawa
Kharisma tinggi menjulang tanpa merendahkan
Sambutan hikmah di hadapan para guru besar Al-Quran mulia

Enam tahun lalu ku injakkan kaki di tempat itu
Majlis penuh kenangan hebat nan indah
Di sanalah aku bertemu orang-orang kuat
Para pejuang Al-Quran yang penuh kedamaian

Abah,
Engkau mempertemukan kami di Al-Hikam
Taman cahaya ilmu yang takkan pernah padam
Dari ketiadaan menjadi berwawasan
Menyadarkan kami dalam dunia pikir dan bacaan

Masa itu telah berlalu
Engkau laksana embun suci dalam jiwa kami
Kesejukan titahmu pelita penuntun hidup
Dalam naungan ilahi dan ibu pertiwi

Abah,
Kini engkau telah berpulang ke Rahmat-Nya
Semua merasa kehilangan sosok guru bangsa
Engkau yang dalam naungan cinta dan hikmah
Menyisakan berjuta kenangan tanpa jeda

Di batas nengeri ini aku berdoa
Semoga ada kekuatan penerus perjuanganmu
Engkaulah pahlawan kami dalam agama
Hanya lantunan ayat suci persembahan kami selamanya

I Love You

Sebatik, 19 Maret 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Antara Sekian Anomali Kuasa

Selama ini, mungkin sulit untuk memahami realitas. Karena, pada prinsipnya melihat itu sudah cukup. Anomali yang tercipta secara organik gagal terbaca oleh sekian ribu mata yang tak teliti. Mereka bisa bilang, "Karena belum ada yang menyatakan hal tersebut." Namun, apapun adanya dalam setiap fenomena tentu ada sikap sebagai perwakilan pandangan. Tidak menyebut siapa yang benar dan apa yang dikatakan. Semua kembali pada basis semesta yang natural. Lain halnya, jika dikembalikan kepada keraguan akan berhenti pada fanatisme semata. Lalu, apa yang terlihat oleh sepasang mata dan pikiran personal? Ada yang bilang, "Itu dikembalikan kepada kondisi sosial dan politik yang berlaku. Tidak lazim memulangkan kepada kesimpulan spontan para pasukan sorak gembira." Beginilah satu dari sekian wajah klasifikasi kerutan kain perdamaian. Tidak ada yang mengira seseorang yang pernah berkata ini, akan berkata lain di waktu yang berbeda. Dan pada akhirnya, semua berteriak ada kuasa d...

Prinsip-prinsip Dalam Menulis

Oleh: Fattah Alfarhy Perlu dipahami oleh kita semua para penulis pemula, atau bahkan yang sudah sering nampang di media massa bahwa dalam menulis itu ada prinsip-prinsip yang harus diperhatikan. Besar kemungkinan jika prinsip-prinsip tersebut diikuti, kita tidak akan kebingungan untuk menulis. Hasil tulisan itulah nantinya yang akan membawa prinsip-prinsip ke hadapan pembaca. Lalu apa saja prinsip-prinsip yang ada pada proses menulis? Pertama, prinsip kebenaran. Menulis harus dilandasi untuk menyampaikan kebenaran. Bukan sekadar benar untuk diri sendiri. Tapi, kebenaran yang disampaikan melalui tulisan sebisa mungkin agar bisa mempengaruhi orang lain. Jika hal itu dapat terpenuhi, maka tulisan tersebut bisa jadi amal jariyah bagi si penulis. Secara tidak langsung, jika pembacanya melakukan kebaikan seperti yang telah dituliskan maka penulisnya akan mendapat aliran pahala. Karena, dia berhasil mempengaruhi para pembaca melalui tulisan yang dipublikasikannya. Kedua, prinsip kebermanfa...

Ringan Dibawa, Berat Dihisab

Oleh: Fattah Alfarhy Di era globalisasi sekarang ini, segala kemajuan sangat nampak dari perkembangan teknologi. Mulai dari alat-alat canggih bermesin kapasitas tinggi hingga alat komunikasi berbasis internet. Salah satu yang paling masyhur di akhir dekade ini adalah perkembangan gawai. Sebagian orang, mungkin mengenalnya sebagai smartphone. Itu karena fitur canggihnya yang begitu pintar melebihi kepintaran penggunanya. Ini menunjukkan tidak semua pemilik gawai dapat menggunakannya secara optimal. Gawai merupakan salah satu alat komunikasi tren masa kini. Dengan benda yang ringan tersebut, semua bisa dijangkau tanpa jarak. Semua terasa begitu dekat, bagai daun dengan ulat. Hampir semua orang tidak mudah lepas dari gawai miliknya. Bahkan, setiap detik atau menit selalu mengecek balasan chat teman atau koleganya. Ini merupakan salah satu bentuk ketergantungan manusia terhadapnya. Dulu, aplikasi media sosial tampak biasa saja. Kegunaan dan fungsinya hanya berkisar untuk bicara dan kiri...