Langsung ke konten utama

Postingan

Menjadikan Lima Menit Penuh Makna

Foto: Ilustrasi Oleh: Fattah Alfarhy "Salah satu tanda kebaikan Islamnya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermakna (baginya)." Al-Hadis Setiap orang punya cara masing-masing untuk menikmati hidupnya. Bukan sekedar hidup biasa, melainkan yang penuh makna. Tiap langkah dihargai dengan mimpi. Tiap kata dimaknai motivasi. Setiap ada masalah dijadikan senjata untuk melawan kemalasan diri sendiri. Adakalanya seseorang lebih fokus pada hobi. Ada pula yang lebih khusyu' mendekat ilahi. Semua itu dilakukan atas dasar rasa syukur segala nikmat yang tak terkira. Kala mengalami kesedihan, dia berusaha tersenyum kepada siapapun yang dijumpa. Saat hati gembira dia selalu berbagi dengan siapa saja. Ini pertanda seorang dermawan yang periang. Dia tak ingin menyusahkan orang. Namun, dia selalu ingin orang lain bahagia karenanya. Berpikir bijak untuk melandasi sikap dan tindakan yang sesuai dengan norma dan nilai ajaran. Segalanya menjadi mudah...

Menulis Cerita yang Berperan

Foto: Ilustrasi (iics.sch.id) Oleh: Fattah Alfarhy Cerita itu pesan. Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk menyampaikan idenya. Dia berhak bercerita dengan gaya khasnya. Sajiannya pun bisa disampaikan dalam bentuk lisan maupun tulisan. Namun, lebih banyak kesan menariknya bila cerita itu dituliskan. Hadirlah sebuah sajian cerita disebut cerpen. Cerita itu dapat sesuka hati penulis sampaikan dalam bentuk kisah nyata maupun tidak. Fiksi atau nonfiksi. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Saat berbicara tentang kenyataan, menantang pembaca untuk lebih kritis dalam sikapi fakta di dalamnya. Berbeda dengan fiksi yang mampu membawa pembacanya mengarungi dunia fantasy sedalam-dalamnya. Siapa suka, dia berhak mencobanya satu per satu. Mana kiranya nanti yang lebih menarik. Cerita yang menarik adalah bila mampu menghadirkan pembaca masuk ke dalam suasana cerita tersebut. Saat si tokoh mengalami kesedihan, pembaca bisa menangis sejadi-jadinya. Be...

Bijak itu Belajar dari Mana pun

Foto: Ilustrasi (pendidikankarakter.com) Oleh: Fattah Alfarhy "A wise person knows that there is something to be learned from everyone." Seorang bijak selalu dicari orang. Dia juga takkan berhenti belajar pada satu orang saja. Satu masalah baginya tidak cukup ditafsirkan oleh persepsi dari satu sumber saja. Selalu mencari celah untuk mengembangkan sesuatu yang telah dia baca, dengar dan tuliskan. Dia benar-benar seorang pembelajar sejati. Prinsip yang begitu kuat tertanam dalam dirinya. Membaca kesempatan, menajamkan renungan untuk mendapatkan hikmah-hikmah yang masih tersegel dalam ruang kehidupan. Sebuah nama baginya tidak cukup diartikan sebagai perkenalan. Saling bertukar pengalaman lewat canda dan tulisan selalu dia harapkan. Dia benar-benar sosok penyemangat. Sepatah kata pun baginya menjadi satu hal yang berharga dari siapapun yang dia ajak bicara. Sependek waktu yang dia lalui semakin bermanfaat saat mampu berbagi pemikiran kepada orang lain. Satu...

Mengeja Renungan Hari Kurban

Foto: Ilustrasi (google.com) Oleh:  Fattah Alfarhy "Maaah, ternyata masakanmu kali ini lebih benar daripada standar hidup yang kau kejar saat ini," ucap Papah. Sebuah pelajaran penuh hikmah dari pernyataan singkat seorang suami kepada istrinya. Pesan tersirat lewat kata-kata yang cukup membuat nyinyir pendengarnya. Tampak jelas apa yang menjadi kebiasaan hidup si istri mendapat perhatian khusus akhir-akhir ini. Suaminya perhatian bukan hanya pada soal kebutuhan dan kecantikan. Lebih jauh dari itu, sikap dan gaya hidup istri menjadi fokus sejak jauh-jauh hari. Barangkali menjadi pelajaran penting sebelum memiliki anak. Sebuah renungan bahwa anak akan menjadi cerminan orang tua di masa lalunya. Dan atau menjadi cerminan di saat ibu sedang mengalami masa kehamilan. Hati-hati buat calon ibu hamil, karakter anak akan terbentuk sejak mereka masih dalam kandungan. Bimbingan baik untuk diri sendiri secara tidak langsung menjadi pelajaran penting bagi calon buah hati. ...

nationalgeographic.co.id

Kisah ini menjadi satu motivasi tersendiri bagi tiap orang yang menyadari bahwa pengabdian itu bukan soal jauh dan dekat tempat yang dituju. Tapi, bagaimana membangun sebuah tekad untuk tetap bertahan dalam keadaan yang serba ada. Menantang kegalauan yang terkadang menyiksa demi kemajuan generasi penerus bangsa. Adakah nikmat yang lebih banyak didustakan daripada disyukuri? Proud to you Mrs. Endah !!! #Indonesia #Mengajar #SM3T http://ift.tt/TxuURo from Pondok Pesantren Mutiara Bangsa Sebatik http://ift.tt/TxuURo via IFTTT

Salam Takzim Buat Cikgu

“Assalamu’alaikum. Selamat pagi anak-anak, apa kabar?” Setiap pagi pak guru menyapa penuh keramahan anak-anak muridnya sebelum belajar dimulai. Satu per satu siswa-siswi diperhatikan keadaannya untuk memastikan kesiapan mereka dalam menerima pelajaran hari itu. Begitu teramat baiknya pak guru menjadikan setiap siswa-siswinya seperti anaknya sendiri. Di samping anak-anak yang diurus di rumah, masih ada yang menjadi tanggung jawabnya dalam hal ilmu dan pengetahuan. Sesaat setelah beberapa menit pelajaran dimulai, tiba-tiba salah seorang murid   bertanya. “Pak, apa hukumnya seorang murid yang tidak suka sama gurunya?” Pertanyaan itu terdengar mengagetkan seluruh penghuni kelas, termasuk guru yang mengajar saat itu. Untuk meredam keadaan yang mencengangkan dalam kelas, pak guru yang juga alumni pesantren ini cukup piawai dalam mengatasi masalah itu. Setelah sejenak terdiam dan saling melempar tanya di antara teman-temannya akhirnya gentian pak guru angkat bicara. “Kenap...