Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Sirah Ramadhan (6)

Oleh: Fattah Alfarhy Kesehatan menjadi modal utama saat berpuasa. Kekuatan fisik akan lahir dari tubuh yang sehat. Kemampuan untuk menjalankan ibadah puasa menjadi salah satu syarat. Jika orang sedang sakit, tidak puasa tidak mengapa. Namun, keadaan sehat tidak boleh menghalangi seseorang meninggalkan berpuasa. Badan sehat tidak butuh makan yang banyak. Gisi di dalam makanan harus diutamakan guna menjaga kondisi tubuh selama Ramadhan. Badan sehat, fisik kuat, ikhlas niat akan memberi kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa. Tanpa disadari oleh semua, berpuasa itu sehat. Orang yang terbiasa puasa akan menyehatkan tubuhnya. Memang pada kenyataannya saat siang lemas tubuhnya, tetapi akibat di kemudian hari akan meningkatkan daya tahan tubuh. Kesehatan akan meningkat dan ketahanan diri lebih kuat. Jadi, salah besar bila ada orang masih beranggapan puasa itu menyakitkan dan penderitaan saja yang akan didapat. Padahal sejatinya dengan puasa itu akan membantu tubuh dalam memperbaharui sel-s...

Sirah Ramadhan (5)

Oleh: Fattah Alfarhy Puasa Ramadhan membutuhkan energi yang cukup besar bagi setiap muslim. Kekuatan fisik dan mental menjadi modal utama dalam menjalankan ibadah di bulan ini. Keduanya harus berjalan saling mendukung dan menguatkan guna mengasah spiritualisme di dalam setiap jiwa mereka. Orang Islam yang berpuasa bersyarat memiliki kekuatan untuk menahan lapar dan dahaga selama sebulan lamanya di siang harinya. Sedangkan di malam harinya mereka harusnya turut serta mengejar keutamaannya dengan shalat tarawih dan amalan sunnah lainnya. Artinya mereka harus kuat dalam menjalankan ibadah puasa. Saat berpuasa menahan diri dari segala yang membatalkan menjadi tugas utama. Meninggalkan makan, minum hingga berhubungan dengan pasangan saat siang hari menjadi sederetan larangan yang harus ditinggalkan. Untuk melakukan semua itu tidak mungkin hanya bermodal niat saja. Akan tetapi, kekuatan fisik juga menjadi tumpuan utama. Keikhlasan niat akan mengiringi kekuatan fisik dalam menjalankan ibada...

Sirah Ramadhan (4)

Oleh: Fattah Alfarhy Sebagian dari kita mungkin pernah mendengar istilah puasa "mbedhug" atau jamak ditelinga orang Jawa puasa "sebedhug". Terdengar unik istilah yang dipakai orang-orang dulu. Bedhug merupakan salah satu alat penanda telah tiba waktunya shalat. Saat waktu shalat telah masuk, bedhug dipukul guna memanggil orang-orang di sekitar masjid untuk shalat berjamaah. Maklum saja dulu belum mudah didapati speaker pengeras suara di masjid. Selain itu, bedhug juga menjadi penanda datangnya bulan Ramadhan atau telah berakhirnya Ramadhan yang ditandai menyambut awal Syawal diiringi lantunan takbir di desa-desa zaman dulu. Tradisi yang tertanam di dalam masyarakat itu menunjukkan betapa indahnya syiar Islam dari masa ke masa. Keberadaan Islam Indonesia yang begitu istimewa dengan corak dan keberagaman adat istiadat masing-masing daerah. Sebagian daerah lain mungkin ada yang tidak menggunakan bedhug, tetapi memanfaatkan kentongan sebagai tanda waktu shalat. Ukur...

Sirah Ramadhan (3)

Oleh: Fattah Alfarhy Berpuasa tiap hari sungguh ibadah yang mulia. Ramadhan yang mulia sangat bernilai berkahnya. Setiap orang menanti cucuran rahmat dari Allah. Segala waktu di bulan ini dipenuhi pahala bagi orang-orang yang punya semangat penuh takwa. Namun, sayang jika ibadah yang dilakukan sudah berhari-hari ini bakal sia-sia. Bagaikan amalan tanpa arti meninggalkan jejak kehidupan yang merugi. Orang berpuasa itu menahan lapar dan dahaga. Kelaparan yang dirasakannya menjadi pertanda ibadah yang betul-betul dijalankan. Lain ceritanya, jika seseorang berpuasa pada siang harinya dipenuhi tidur saja. Kalau memang begitu anak kecil pun bisa. Selain itu, menahan diri dari gejolak nafsu yang membara juga menjadi bagian penting dari puasa. Karenanya puasa itu memerlukan ilmu dan tata cara. Tidak asal ikut-ikutan teman atau demi menjaga kehormatan di hadapan calon mertua. Rasulullah Saw. bersabda: رب صائم ليس من ص...

Sirah Ramadhan (2)

Oleh: Fattah Alfarhy Sudah hampir sepekan Ramadhan hadir di tengah- tengah kaum muslimin. Rasa rindu itu terobati dengan kedatangannya. Dua bulan lalu masih sering berdoa agar disampaikan usianya di bulan Ramadhan. Kini telah sampai masa untuk bersamanya. Siang malam harus menjadi ibadah untuk menanam pahala. Shalat tarawih, ibadah puasa dan amalan-amalan sunnah lainnya sepatutnya memenuhi hari-hari yang akan berlangsung sebulan ini. Sudah sejauh ini dia bersama kita. Sadar tidak sadar waktu akan terus berjalan meninggalkan Ramadhan. Jika tidak memanfaatkannya akan tertinggal dalam kerugian. Keuntungan hanya didapat dari hidangan, bukan berupa pahala Tuhan. Ramadhan datang membawa kemuliaan, keberkahan serta ampunan. Menjadi satu kesempatan emas untuk memperbaiki segala amalan ibadah selama ini. Rasulullah Saw. bersabda: إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة وغلقت أبواب النار وصفدت الشياطين. رواه مسلم عن أبي هريرة "Jika datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga akan dibuka,...

Sirah Ramadhan (1)

Oleh:   Fattah Alfarhy Ternyata sudah puasa yang kelima. Mungkin ada yang merasa berat, ada pula yang mulai terbiasa. Semua tetap satu tujuan meraih kemuliaan di bulan ini. Ramadhan menjadi bulan yang penuh hikmah, banyak pahala dan penuh kebersamaan. Keindahan bulan Ramadhan tidak saja dapat dinikmati dengan hidangan spesial saat berbuka. Akan tetapi, kehadirannya saja sudah spesial dan akan terasa istimewa dengan aneka ibadah juga amalan mulia. Ramadhan menjadi bulan penuh ampunan. Setiap insan pasti memiliki dosa dan seringkali berbuat maksiat. Bulan ini menjadi satu momentum untuk bertobat. Amal kebaikan akan dilipatgandakan. Keburukan lebih mudah untuk ditahan, karena nafsu yang ditaklukkan. Rasa lapar dan dahaga bukan tanpa arti. Keduanya akan melumpuhkan nafsu yang membara. Sehingga, lebih mudah menahan diri dari perbuatan dosa besar. Rasulullah Saw. bersabda: الصلوات الخمس والجمعة إلى الجمعة ورمضان إلى رمضان مكفرات ما بينهن إذا اجتنبت الكبائر "Shalat lima w...