Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

Tentang Persaudaraan

Oleh: Fattah Alfarhy Seorang pencari ilmu tidak hidup sendirian. Ia memiliki teman sekaligus anggota keluarga yang tidak boleh disakiti dan bersikap jahat kepada mereka. Jika duduk bersama mereka untuk belajar, berikanlah ruang sebagai tempat duduk yang nyaman untuknya agar dapat belajar bersama-sama. Allah berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ "Wahai orang-orang yang beriman, bila dikatakan padamu: berlapang-lapanglah dalam majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meningginkan derajat orang-orang yang menuntut ilmu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." QS. al Mujadalah [58]: 11. Seandainya ada ...

Berbakti Kepada Orang Tua

Oleh: Fattah Alfarhy Pada hakikatnya, berbakti kepada orang tua lebih berat daripada sekedar yang kebanyakan orang pikirkan. Dalam kata lain, berbakti kepada orang tua yang populer dengan istilah birr al-walidain menjadi suatu kewajiban bagi setiap anak. Sebagaimana telah ditegaskan Allah dalam QS. al Isra' [17]: 23-24. "Maka janganlah kamu katakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka. Ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Rendahkanlah sayapmu (tangan) di hadap keduanya seraya berdoa: "Wahai Tuhanku, kasihanilah kedua orang tuaku sebagaimana keduanya mengasihani aku di waktu kecil." QS. al Isra' [17]: 23-24. Berangkat dari ayat di atas, kita perlu belajar dari contoh seorang anak kecil dan kedua orang tuanya. Betapa besar kasih sayang orang tua yang bersusah payah mengorbakan waktu untuk anaknya. Lihatlah ketika keduanya memikirkan makan dan minumnya, berupaya untuk kesehatannya, menjaganya sepanja...

Mencintai Allah dan Rasul-Nya

Oleh: Fattah Alfarhy Sesungguhnya Allah Swt. telah menciptakan manusia berikut menyempurkannya dengan berbagai nikmat lahir dan batin. Namun, banyak di antara mereka tidak menyadari kalau pada mulanya hanya berasal dari setetes air mani yang memancar ke rahim seorang ibu. Sembilan bulan berlalu, lahirlah ke dunia seorang anak manusia yang sempurna. Tidak hanya dibekali penglihatan dan pendengaran semata, Allah juga membekalinya dengan akal agar mampu membedakan mana yang baik dan buruk. Sebagaimana firman Allah dalam QS. an Nahl [16]: 78, وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ "Dan Allah telah mengeluarkanmu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur." QS. an Nahl [16]: 78. Betapa baiknya Allah yang seperti demikian telah memberi berbagai nikmat dan anugerah...

Karena Takwa Bukan Sekedar Takut

Oleh: Fattah Alfarhy Secara singkat, takwa berarti rasa takut. Seseorang yang bertakwa berarti takut terhadap kemurkaan Allah, yakni dengan menjalankan perintah Allah SWt. dan meninggalkan larangan-Nya. Karena, sesungguhnya Allah mengetahui isi hati, mengetahui ucapan dan mengawasi semua perbuatan. Takwa merupakan langkah terbaik untuk menghindarkan diri dari kemurkaan Allah Swt. Menjaga diri dari murka Tuhan merupakan salah satu cara untuk bertakwa. Karena, Allah merupakan pencipta, pemberi rizki dan menganugerahkan akal kepada manusia supaya dapat berpikir guna menyelesaikan masalah.  Ibarat ayah melihat anaknya melakukan pelanggaran, seperti merokok tentu akan takut jika sampai diketahui olehnya dan mendapat ancaman hukuman. Seperti itulah, Allah memperhatikan kita. Walaupun kita tidak melihat Allah, yakinlah Allah selalu memperhatikan segala aktifitas hamba-Nya. Maka, selalu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya ialah cara terbaik untuk menghindari ke...

Saat Guru Memberi Nasehat

Oleh: Fattah Alfarhy Bagi seorang guru, murid bagaikan seorang anak bagi ayahnya. Terasa girang bila melihat seorang anak yang sehat fisiknya, cerdas, bersih hatinya, mulia akhlak, santun perilaku, jauh dari perkataan buruk, baik terhadap dengan teman-teman, disukai oleh teman-teman, menyayangi orang fakir, membantu orang lemah, mengampuni orang jahat, memaafkan kesalahan orang lain, tidak meninggalkan shalat dan tidak menggampangkan ibadah kepada Tuhannya. Seorang guru merupakan orang yang paling berhak didengarkan nasehatnya dibandingkan orang lain. Bisa dikatakan, guru merupakan orang tua kedua bagi anak saat disekolah. Karena, guru menjadi penjaga ruh seorang murid yang mendambakan kebaikan dan kesuksesan dapat diraih suatu saat nantinya. Tentu saja, guru menjadi penasehat tepercaya kepada muridnya. Betapa pentingnya nasehat guru, yang harus dilaksanakan saat di hadapan guru, bersama teman dan di kala sendirian. Kalau tidak melaksanakan nasehat tersebut, saat dalam ke...

Berawal Dari Niat

Oleh: Fattah Alfarhy "Tidak semua yang kau inginkan harus tercapai. Tanpa niat, semua hanyalah angan dan akan terbang bersama waktu yang takkan berulang." Fattah Alfarhy Setiap orang berhak menggantungkan cita-citanya setinggi mungkin. Ada pepatah mengatakan, "gantungkan cita-citamu setinggi langit" turut menjadi legitimasi hal tersebut. Segala keinginan yang terlintas dari sumber mana pun selalu berhenti dalam pikiran saja. Namun, pada akhirnya hanya menjadi angin yang keluar dari lisan yang terlihat suci. Tanpa disadari, segala bualan itu pun menjadi sebuah kebiasaan mewarnai hari-hari. Karenanya, untuk sebuah keinginan tidak perlu berburu-buru mengatakannya, agar tidak kecewa di kemudian hari. Ada saja kemauan yang terhalang oleh kepentingan. Sebaliknya, kepentingan pula dapat menjadi sebuah ide awal untuk terciptanya keinginan yang dilandasi kemauan yang begitu kuat. Hanya karena satu tujuan tertentu, keinginan itu menjadi hal yang patut untuk diper...