Langsung ke konten utama

Adab Mencari Ilmu

Oleh: Fattah Alfarhy

Menuntut ilmu harus ditunjukkan dengan sikap semangat dan sungguh-sungguh dalam belajar. Waktu tidak boleh terbuang sia-sia tanpa mendatangkan manfaat. Membaca dan memahami suatu materi pelajaran yang sudah atau belum dijelaskan guru, merupakan suatu kewajiban bagi setiap pelajar. Kalau menemukan kesulitan pada suatu persoalan, bertanya dan diskusi bersama teman merupakan suatu hal yang perlu dilakukan. Sehingga, tidak mudah beralih pada persoalan lain sebelum satu persoalan selesai dan dipahami dengan baik. 

Adakalanya, tempat duduk yang telah ditentukan oleh seorang guru harus dipenuhi sebagai perintah yang tidak boleh dilanggar. Namun, apabila ada seorang teman yang menempati tempat tersebut, tidak perlu berkelahi atau saling memaksakan melainkan hal yang penting dilakukan ialah melaporkan ke guru yang semula menentukan tempat duduk tersebut. 

Pada waktu pelajaran telah dimulai, segera bergegas tinggalkan obrolan bersama teman sekelas untuk menyimak penyampaian materi pelajaran dengan penuh kesungguhan dan tidak melamun di tengah-tengah jam pelajaran. Apabila kesulitan didapati, maka boleh meminta guru untuk menjelaskan kembali dengan mengedepankan kesopanan. Satu hal yang penting, perlu memperhatikan cara penyampaian kepada guru dengan tanpa melantangkan suara atau sampai membantah penjelasannya. Ini dikhawatirkan jika sampai menimbulkan rasa benci guru tersebab sikap murid yang kurang sopan.

Menjadi tanggung jawab seorang guru untuk membina murid yang melanggar adab di hadapan guru atau temannya. Karena memungkinkan hal tersebut dikarenakan ketidaktahuan seorang murid. Sehingga, yang paling utama dalam mencari ilmu ialah memuliakan seorang guru lebih dari menghormati orang tua. Dengan memuliakannya, akan memperoleh ilmu yang bermanfaat dari segala hal yang diajarkannya.

Sikap tawadlu' menjadi bagian dari akhlak mulia yang harus menjadi hiasan ilmu pengetahuan seseorang. Dengan sikap tawadlu' yang dimiliki seorang 'alim, akan menempatkannya pada derajat yang tinggi seperti telah Allah janjikan. Allah juga menjadikan seluruh makhluk di dunia ini untuk mencintainya. Namun, apabila orang 'alim bersikap takabbur dan kurang beradab, secara tidak langsung menjatuhkan martabatnya. Sementara, para makhluk pun membencinya tanpa ada penghormatan terhadap dirinya.

Suatu hal berbahaya bagi seorang murid ialah kemurkaan seorang guru dan ulama. Apabila hal seperti ini terjadi, bergegaslah untuk meminta ridha dan doa restu kepada mereka supaya memperoleh kemudahan dalam belajar. Dalam situai lain, ketika sedang menyendiri hendaknya memperbanyak munajat dan tawakkal kepada Allah Swt. supaya diberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan berkesempatan untuk mengamalkannya.

Sumber: Kitab Washoya al-Aba' li al-Abna'

Komentar

  1. Jaman sekatamg guru memberi hukuman langsung lapor ke orangtua ya kak..

    BalasHapus
  2. Gpp deh skg aq sengsara belajar, Insya Allah kelak usaha q tak mengkhianati hasil. Semangat kakak

    BalasHapus
  3. semoga aku jadi guru yang amanah, terimakasih ilmunya

    BalasHapus
  4. Ini yang rasanya sudah sdkit hilang dari anak-anak jaman now.. sikao tawadhu'

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adab Belajar, Mengkaji Ulang dan Berdiskusi

Oleh: Fattah Alfarhy Jika menginginkan hasil yang lebih baik dalam memahami suatu pelajaran, jangan sendirian ketika belajar. Barangkali dengan belajar bersama teman akan lebih mudah untuk bertukar pendapat dan bisa saling membantu dalam hal tersebut. Walaupun telah memahami suatu pelajaran, tidak sepatutnya meninggalkan buku pelajaran begitu saja. Sudah seharusnya tetap belajar dan berdiskusi dengan teman ialah lebih baik seakan-akan masih belajar di hadapan guru sebenarnya. Ketika belajar harus berlaku sopan terhadap siapa saja, sekalipun di hadapan teman sendiri. Tidak semestinya menunjukkan kepandaian apapun di hadapan teman dengan melecehkannya yang lebih lambat dalam memahami suatu pelajaran. Tidak perlu berdebat kusir yang berkepanjangan pada suatu hal yang jelas salahnya, dan jangan sampai membawa ilmu kepada jalan yang batil. Karena, ilmu itu amanah dari Allah Swt. yang harus dibawa dengan sebaik-baiknya dengan tidak menyia-nyiakannya. Sehingga, mengkaji ulang merupa...

Guru Ngaji

Oleh: Fattah Alfarhy Teringat di masa kecil, saat waktu menjelang Magrib. Lima belas menit lagi adzan akan berkumandang. Tampak dari kejauhan anak-anak berbaris dengan rapinya membawa kitab Turutan dalam dekapannya. Mereka berjalan penuh suka cita. Sesampainya di Musholla, mereka bergegas membantu teman-teman lainnya yang sedari tadi gotong royong mengisi bak tempat air wudlu. Tampak sudah cukup untuk dipakai wudlu para jama'ah shalat Magrib dan Isya', mereka pun menghentikan aktifitasnya. Satu dari mereka segera meraih mikrofon lusuh yang sudah penuh bisikan saat bersuara. Adzan pun berkumandang olehnya. Merdunya suara anak kecil itu. Para jama'ah pun bertanya-tanya, "Anak siapa itu? Alangkah indahnya, lantunan adzan yang dibawakannya." Semua bergegas memenuhi barisan shaf terdepan selepas berwudlu. Sembari menunggu imam, mereka bersama-sama melantunkan lagu-lagu Islami yang penuh makna. Orang menyebutnya sebagai "puji-pujian" yang bermuatan seruan-se...