Langsung ke konten utama

Postingan

Di Antara Sekian Anomali Kuasa

Postingan terbaru

Adab Saat Makan dan Minum

Oleh: Fattah Alfarhy Hidup sehat bagi setiap orang akan bergantung pada konsumsi makanan yang dipilih. Alangkah baiknya, bila telah merasa lapar baru kemudian makan. Ketika sudah terasa kenyang, sebaiknya dihentikan. Jangan sampai mengisi perut penuh dengan makanan. Hal ini sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. dalam sabdanya: “Tidaklah seorang Anak Adam mengisi tempat lebih buruk daripada perut (sendiri).” HR. Ahmad, Turmudzi, Ibnu Majah dan Hakim. Apabila hendak makan, hendaknya mencuci tangan terlebih dulu. Berdoa kepada Allah harus menjadi awal sebelum makan. Tidak sepatutnya menelan makanan sebelum mengunyahnya hingga lunak. Hal tersebut sangat bagus demi pencernaan. Ketika dalam suatu perkumpulan, hendaknya mengambil makanan paling dekat. Tidak patut mengambil makanan yang jauh dari jangkauan. Hal seperti ini merupakan perbuatan tidak sepatutnya. Sangat dilarang untuk membiasakan hal yang sering dilakukan orang-orang tidak berilmu dan berakhlak tercela di mata ...

Bersikap di Suatu Majelis dan Memilih Teman Belajar

Oleh:  Fattah Alfarhy Adakalanya saat melewati sekelompok orang, hendaknya mengucap salam kepada mereka dengan redaksi yang telah diajarkan Rasulullah Saw. Ucapkanlah, “Assalamu’alaikum”. Tidak perlu berlebihan dalam mengucapkan salam. Apalagi mengganti ucapan tersebut dengan redaksi lain yang mungkin jauh dari esensi salam itu sendiri. Karenanya, hal demikian begitu penting untuk dipraktikkan mengingat budaya saling memberi salam mengandung inti saling mendoakan. Apabila ingin memasuki sebuah ruangan, tentu saja harus izin terlebih dulu. Boleh jadi ruangan itu bukan tersedia untuk umum kala itu. Bisa saja mereka yang di dalam ruangan sedang berdiskusi tentang suatu hal yang tidak mungkin orang lain ikut di dalamnya. Bersikap kekanak-kanakan juga harus dijauhi. Jika itu dibiasakan tentu akan sangat berpengaruh terhadap wibawa diri sendiri. Sedangkan wibawa itu selalu berkenaan dengan harga diri sendiri yang dibawa ke manapun tempatnya. Sehingga, menjaga wibawa harus menjadi satu ...

Adab Olahraga dan Berjalan di Jalan Umum

Oleh: Fattah Alfarhy Di sebagian waktu yang kosong hendaknya dijadikan waktu terbaik untuk berolahraga. Tujuannya ialah untuk memelihara kesehatan badan supaya memperbaharui semangat belajar. Hendaknya mencari tempat dan waktu olahraga yang sejuk dan nyaman bagi tubuh. Ketika berjalan di jalanan umum, tidak perlu tergesa-gesa, dilarang bergurau dengan teman hingga terbahak-bahak dalam tertawa. Saat berjalan bersama teman-teman di jalanan umum, dilarang mengganggu ketertiban jalan tersebut dengan memenuhi jalan dan sampai menghalangi orang lain yang melewatinya. Maka, tidak usah berjajar saat berjalan di jalan umum. Kalau saja jalanan itu lebar, hendaknya berjalan dua-dua, namun jika jalanan itu sempit, maka berjalan harus satu-satu. Perlu diketahui, jalan umum itu bukan milik satu orang saja, melainkan menjadi hak kepemilikan bersama bagi sesiapa yang melewatinya. Sangat tidak pantas bagi pelajar banyak bergurau ketika berjalan di jalan umum. Karena, dapat berpengaruh ter...

Adab Belajar, Mengkaji Ulang dan Berdiskusi

Oleh: Fattah Alfarhy Jika menginginkan hasil yang lebih baik dalam memahami suatu pelajaran, jangan sendirian ketika belajar. Barangkali dengan belajar bersama teman akan lebih mudah untuk bertukar pendapat dan bisa saling membantu dalam hal tersebut. Walaupun telah memahami suatu pelajaran, tidak sepatutnya meninggalkan buku pelajaran begitu saja. Sudah seharusnya tetap belajar dan berdiskusi dengan teman ialah lebih baik seakan-akan masih belajar di hadapan guru sebenarnya. Ketika belajar harus berlaku sopan terhadap siapa saja, sekalipun di hadapan teman sendiri. Tidak semestinya menunjukkan kepandaian apapun di hadapan teman dengan melecehkannya yang lebih lambat dalam memahami suatu pelajaran. Tidak perlu berdebat kusir yang berkepanjangan pada suatu hal yang jelas salahnya, dan jangan sampai membawa ilmu kepada jalan yang batil. Karena, ilmu itu amanah dari Allah Swt. yang harus dibawa dengan sebaik-baiknya dengan tidak menyia-nyiakannya. Sehingga, mengkaji ulang merupa...

Adab Mencari Ilmu

Oleh: Fattah Alfarhy Menuntut ilmu harus ditunjukkan dengan sikap semangat dan sungguh-sungguh dalam belajar. Waktu tidak boleh terbuang sia-sia tanpa mendatangkan manfaat. Membaca dan memahami suatu materi pelajaran yang sudah atau belum dijelaskan guru, merupakan suatu kewajiban bagi setiap pelajar. Kalau menemukan kesulitan pada suatu persoalan, bertanya dan diskusi bersama teman merupakan suatu hal yang perlu dilakukan. Sehingga, tidak mudah beralih pada persoalan lain sebelum satu persoalan selesai dan dipahami dengan baik.  Adakalanya, tempat duduk yang telah ditentukan oleh seorang guru harus dipenuhi sebagai perintah yang tidak boleh dilanggar. Namun, apabila ada seorang teman yang menempati tempat tersebut, tidak perlu berkelahi atau saling memaksakan melainkan hal yang penting dilakukan ialah melaporkan ke guru yang semula menentukan tempat duduk tersebut.  Pada waktu pelajaran telah dimulai, segera bergegas tinggalkan obrolan bersama teman sekelas untu...

Tentang Persaudaraan

Oleh: Fattah Alfarhy Seorang pencari ilmu tidak hidup sendirian. Ia memiliki teman sekaligus anggota keluarga yang tidak boleh disakiti dan bersikap jahat kepada mereka. Jika duduk bersama mereka untuk belajar, berikanlah ruang sebagai tempat duduk yang nyaman untuknya agar dapat belajar bersama-sama. Allah berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ "Wahai orang-orang yang beriman, bila dikatakan padamu: berlapang-lapanglah dalam majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meningginkan derajat orang-orang yang menuntut ilmu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." QS. al Mujadalah [58]: 11. Seandainya ada ...

Berbakti Kepada Orang Tua

Oleh: Fattah Alfarhy Pada hakikatnya, berbakti kepada orang tua lebih berat daripada sekedar yang kebanyakan orang pikirkan. Dalam kata lain, berbakti kepada orang tua yang populer dengan istilah birr al-walidain menjadi suatu kewajiban bagi setiap anak. Sebagaimana telah ditegaskan Allah dalam QS. al Isra' [17]: 23-24. "Maka janganlah kamu katakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka. Ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Rendahkanlah sayapmu (tangan) di hadap keduanya seraya berdoa: "Wahai Tuhanku, kasihanilah kedua orang tuaku sebagaimana keduanya mengasihani aku di waktu kecil." QS. al Isra' [17]: 23-24. Berangkat dari ayat di atas, kita perlu belajar dari contoh seorang anak kecil dan kedua orang tuanya. Betapa besar kasih sayang orang tua yang bersusah payah mengorbakan waktu untuk anaknya. Lihatlah ketika keduanya memikirkan makan dan minumnya, berupaya untuk kesehatannya, menjaganya sepanja...