Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Ilmu dalam Catatan

Oleh: Fattah Alfarhy Setiap orang berkesempatan sama untuk mendapatkan ilmu. Dia berhak mencari ilmu kapan saja. Di mana saja ada kebaikan, kapan saja ada hikmah patutlah untuk didengar dan dicatat dalam buku. Kewajiban mencari ilmu tidak lantas membiarkan orang belajar tanpa cara terbaik dari gurunya. Seorang pencari ilmu sejati pasti mengenal dan selalu mencoba cara belajar yang efektif baginya. Membaca dan menulis adalah dua cara terbaik dalam merekam jejak ilmu pengetahuan. Berbagai macam informasi tentang ilmu dan hikmah layak untuk didokumentasi dalam kumpulan catatan. Membaca adalah keniscayaan bagi setiap pencari ilmu. Sementara menulis adalah nyawa yang mengikat bacaan yang telah merasuk ke jiwa. Maka, bacaan adalah asupan akal yang memerlukan gizi sehat dan berarti. Saat membaca, mata akan menjadi bersinar karena tarian huruf-huruf yang menganga bagai api. Saat kalimat demi kalimat terucap dalam hati, maka tangan pun harus bergerak mengikuti langkah pikiran yang berjalan. D...

Guru Ngaji

Oleh: Fattah Alfarhy Teringat di masa kecil, saat waktu menjelang Magrib. Lima belas menit lagi adzan akan berkumandang. Tampak dari kejauhan anak-anak berbaris dengan rapinya membawa kitab Turutan dalam dekapannya. Mereka berjalan penuh suka cita. Sesampainya di Musholla, mereka bergegas membantu teman-teman lainnya yang sedari tadi gotong royong mengisi bak tempat air wudlu. Tampak sudah cukup untuk dipakai wudlu para jama'ah shalat Magrib dan Isya', mereka pun menghentikan aktifitasnya. Satu dari mereka segera meraih mikrofon lusuh yang sudah penuh bisikan saat bersuara. Adzan pun berkumandang olehnya. Merdunya suara anak kecil itu. Para jama'ah pun bertanya-tanya, "Anak siapa itu? Alangkah indahnya, lantunan adzan yang dibawakannya." Semua bergegas memenuhi barisan shaf terdepan selepas berwudlu. Sembari menunggu imam, mereka bersama-sama melantunkan lagu-lagu Islami yang penuh makna. Orang menyebutnya sebagai "puji-pujian" yang bermuatan seruan-se...

Meraih Bahagia Penuh Makna

Foto: Ilustrasi (ummi-online.com) Oleh: Fattah Alfarhy "Hidup sekali, hendaknya hidup yang bermakna," Dr. KH. A. Hasyim Muzadi Sebuah perjuangan itu bermakna. Jika hidup itu perjuangan, maka kehidupan itu harus dimaknai dalam setiap langkahnya. Segala potensi suka dan duka yang terjadi menjadi bagian penting di dalamnya. Maka, bahagia adalah satu hal dan kesedihan adalah satu hal yang lain. Namun, di dalam perjalanannya keduanya bersandingan tanpa batas dan kemungkinan-kemungkinan. Kesusahan itu pasti dan bahagia menjadi bagiannya. Dua hal ini tidak dapat terpisah satu sama lainnya. Meskipun dalam realitas bertolak belakang dan berbeda. Di dalam al-Quran, kesusahan diwakili dengan kata al-'Usr. Sementara kebahagiaan diwakili dengan al-Yusr yang oleh kebanyakan terjemahan memberi makna kemudahan. Hematnya, yang mudah itu ringan. Tentunya kebahagiaan itu bukan sesuatu yang berat. Justru kemudahan itulah interpretasi dari kebahagiaan itu sendiri. Sehingga...

Gemar Membaca, Susah Nulisnya

Foto: Ilustrasi (news.okezone.com) Oleh: Fattah Alfarhy Manusia tercipta sebagai makhluk paling luar biasa di dunia ini. Dia mendapatkan aneka keistimewaan yang sangat berbeda dengan makhluk yang lainnya. Sehingga dia mendapatkan amanah yang begitu besar sebagai khalifah di bumi ini. Segala sesuatu harus dipelajari untuk mengatur dan mengolah isi bumi. Dia perlu banyak informasi dan aneka pengetahuan sebagai bekal hidup di bumi ini. Wahyu pertama turun berkenaan dengan perintah untuk membaca. Bacaan bukan hanya yang terkait dengan sesuatu yang tersurat saja melainkan berbagai hal yang tersirat di alam raya ini haruslah dibaca sekaligus untuk dipahami secara mendalam. Bacalah apa saja yang terdapat di alam raya ini. Karena itulah membaca tak cukup hanya mengingat apa yang tertulis, namun hal yang tak kalah penting dari membaca adalah memahami isi kandungan bacaan tersebut untuk kemudian dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ada pepatah mengatakan, “ membaca ...

Menjadikan Lima Menit Penuh Makna

Foto: Ilustrasi Oleh: Fattah Alfarhy "Salah satu tanda kebaikan Islamnya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermakna (baginya)." Al-Hadis Setiap orang punya cara masing-masing untuk menikmati hidupnya. Bukan sekedar hidup biasa, melainkan yang penuh makna. Tiap langkah dihargai dengan mimpi. Tiap kata dimaknai motivasi. Setiap ada masalah dijadikan senjata untuk melawan kemalasan diri sendiri. Adakalanya seseorang lebih fokus pada hobi. Ada pula yang lebih khusyu' mendekat ilahi. Semua itu dilakukan atas dasar rasa syukur segala nikmat yang tak terkira. Kala mengalami kesedihan, dia berusaha tersenyum kepada siapapun yang dijumpa. Saat hati gembira dia selalu berbagi dengan siapa saja. Ini pertanda seorang dermawan yang periang. Dia tak ingin menyusahkan orang. Namun, dia selalu ingin orang lain bahagia karenanya. Berpikir bijak untuk melandasi sikap dan tindakan yang sesuai dengan norma dan nilai ajaran. Segalanya menjadi mudah...

Menulis Cerita yang Berperan

Foto: Ilustrasi (iics.sch.id) Oleh: Fattah Alfarhy Cerita itu pesan. Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk menyampaikan idenya. Dia berhak bercerita dengan gaya khasnya. Sajiannya pun bisa disampaikan dalam bentuk lisan maupun tulisan. Namun, lebih banyak kesan menariknya bila cerita itu dituliskan. Hadirlah sebuah sajian cerita disebut cerpen. Cerita itu dapat sesuka hati penulis sampaikan dalam bentuk kisah nyata maupun tidak. Fiksi atau nonfiksi. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Saat berbicara tentang kenyataan, menantang pembaca untuk lebih kritis dalam sikapi fakta di dalamnya. Berbeda dengan fiksi yang mampu membawa pembacanya mengarungi dunia fantasy sedalam-dalamnya. Siapa suka, dia berhak mencobanya satu per satu. Mana kiranya nanti yang lebih menarik. Cerita yang menarik adalah bila mampu menghadirkan pembaca masuk ke dalam suasana cerita tersebut. Saat si tokoh mengalami kesedihan, pembaca bisa menangis sejadi-jadinya. Be...

Bijak itu Belajar dari Mana pun

Foto: Ilustrasi (pendidikankarakter.com) Oleh: Fattah Alfarhy "A wise person knows that there is something to be learned from everyone." Seorang bijak selalu dicari orang. Dia juga takkan berhenti belajar pada satu orang saja. Satu masalah baginya tidak cukup ditafsirkan oleh persepsi dari satu sumber saja. Selalu mencari celah untuk mengembangkan sesuatu yang telah dia baca, dengar dan tuliskan. Dia benar-benar seorang pembelajar sejati. Prinsip yang begitu kuat tertanam dalam dirinya. Membaca kesempatan, menajamkan renungan untuk mendapatkan hikmah-hikmah yang masih tersegel dalam ruang kehidupan. Sebuah nama baginya tidak cukup diartikan sebagai perkenalan. Saling bertukar pengalaman lewat canda dan tulisan selalu dia harapkan. Dia benar-benar sosok penyemangat. Sepatah kata pun baginya menjadi satu hal yang berharga dari siapapun yang dia ajak bicara. Sependek waktu yang dia lalui semakin bermanfaat saat mampu berbagi pemikiran kepada orang lain. Satu...

Mengeja Renungan Hari Kurban

Foto: Ilustrasi (google.com) Oleh:  Fattah Alfarhy "Maaah, ternyata masakanmu kali ini lebih benar daripada standar hidup yang kau kejar saat ini," ucap Papah. Sebuah pelajaran penuh hikmah dari pernyataan singkat seorang suami kepada istrinya. Pesan tersirat lewat kata-kata yang cukup membuat nyinyir pendengarnya. Tampak jelas apa yang menjadi kebiasaan hidup si istri mendapat perhatian khusus akhir-akhir ini. Suaminya perhatian bukan hanya pada soal kebutuhan dan kecantikan. Lebih jauh dari itu, sikap dan gaya hidup istri menjadi fokus sejak jauh-jauh hari. Barangkali menjadi pelajaran penting sebelum memiliki anak. Sebuah renungan bahwa anak akan menjadi cerminan orang tua di masa lalunya. Dan atau menjadi cerminan di saat ibu sedang mengalami masa kehamilan. Hati-hati buat calon ibu hamil, karakter anak akan terbentuk sejak mereka masih dalam kandungan. Bimbingan baik untuk diri sendiri secara tidak langsung menjadi pelajaran penting bagi calon buah hati. ...

nationalgeographic.co.id

Kisah ini menjadi satu motivasi tersendiri bagi tiap orang yang menyadari bahwa pengabdian itu bukan soal jauh dan dekat tempat yang dituju. Tapi, bagaimana membangun sebuah tekad untuk tetap bertahan dalam keadaan yang serba ada. Menantang kegalauan yang terkadang menyiksa demi kemajuan generasi penerus bangsa. Adakah nikmat yang lebih banyak didustakan daripada disyukuri? Proud to you Mrs. Endah !!! #Indonesia #Mengajar #SM3T http://ift.tt/TxuURo from Pondok Pesantren Mutiara Bangsa Sebatik http://ift.tt/TxuURo via IFTTT

Salam Takzim Buat Cikgu

“Assalamu’alaikum. Selamat pagi anak-anak, apa kabar?” Setiap pagi pak guru menyapa penuh keramahan anak-anak muridnya sebelum belajar dimulai. Satu per satu siswa-siswi diperhatikan keadaannya untuk memastikan kesiapan mereka dalam menerima pelajaran hari itu. Begitu teramat baiknya pak guru menjadikan setiap siswa-siswinya seperti anaknya sendiri. Di samping anak-anak yang diurus di rumah, masih ada yang menjadi tanggung jawabnya dalam hal ilmu dan pengetahuan. Sesaat setelah beberapa menit pelajaran dimulai, tiba-tiba salah seorang murid   bertanya. “Pak, apa hukumnya seorang murid yang tidak suka sama gurunya?” Pertanyaan itu terdengar mengagetkan seluruh penghuni kelas, termasuk guru yang mengajar saat itu. Untuk meredam keadaan yang mencengangkan dalam kelas, pak guru yang juga alumni pesantren ini cukup piawai dalam mengatasi masalah itu. Setelah sejenak terdiam dan saling melempar tanya di antara teman-temannya akhirnya gentian pak guru angkat bicara. “Kenap...

UN, Antara Moral dan Kebijakan Sekolah

Suasana tenang, terlihat benar-benar suasana kelas kondusif. Ternyata hari ini telah dimulai ujian. Jam 7.15 pertanda para peserta UN memasuki ruangan. Semua perlengkapan harus dibawa tanpa terkecuali selain tas, alat komunikasi dan hal-hal tidak penting lainnya. Panitia telah mengintruksikan perintahnya lewat pengeras suara di depan kantor sekolah. “Selamat pagi anak-anak. Apa kabar pagi ini?” tanya seorang pengawas dengan penuh keramahan. “Baik pak, Alhamdulillah,” jawab mereka serentak penuh semangat. Sebelum memulai UN, seluruhnya melakukan doa bersama sebagaimana hari-hari biasa sebelum belajar. Kali ini doa yang tampaknya biasa saja menjadi lebih khusyu’ seakan-akan hari ini lebih spesial dibandingkan hari-hari lainnya. UN memang masih terdengar mengerikan walau sebenarnya tak seperti dulu sistemnya yang mewajibkan nilai harus sesuai standar sekian poin jika ingin lulus. Dan jika tidak lulus, maka akan mengikuti ujian ulang. Dahsyatnya, aturan pend...

Pesan Mendikbud Untuk Peserta UN dan Orang Tua

Ibu-Bapak yang saya hormati, serta anak-anakku para peserta Ujian Nasional 2016 Hari Senin 4 April, UN SMA dan sederajat dilaksanakan. Anak sulung saya, juga akan menjalani Ujian Nasional. Sebagai orangtua, seperti halnya Ibu dan Bapak, kami juga turut merasakan apa yang dirasakan anak-anak kita. Ada pengharapan mendapat hasil terbaik, tetapi juga mungkin terbersit kekhawatiran. Ibu dan Bapak, para orangtua, mari kita bangun suasana yang tenang, suasana belajar di rumah. Suasana yang nyaman untuk anak-anak kita. Saya berharap, kita sebagai orangtua menghindari hal-hal yang bisa menggangu ketenangan persiapan anak dalam menghadapi UN. Bagi anak-anakku peserta UN, jangan tegang menghadapi UN yang kini tidak lagi menentukan kelulusan. Tidak perlu khawatir berlebihan dalam menjalani UN, namun manfaatkan tantangan ini secara sungguh-sungguh sebagai kesempatan bercermin tentang apa yang sudah kita raih dan apa yang perlu kita lakukan ke depan. Mulai sekarang, sampai saat UN, jangan terl...