Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Di Antara Sekian Anomali Kuasa

Selama ini, mungkin sulit untuk memahami realitas. Karena, pada prinsipnya melihat itu sudah cukup. Anomali yang tercipta secara organik gagal terbaca oleh sekian ribu mata yang tak teliti. Mereka bisa bilang, "Karena belum ada yang menyatakan hal tersebut." Namun, apapun adanya dalam setiap fenomena tentu ada sikap sebagai perwakilan pandangan. Tidak menyebut siapa yang benar dan apa yang dikatakan. Semua kembali pada basis semesta yang natural. Lain halnya, jika dikembalikan kepada keraguan akan berhenti pada fanatisme semata. Lalu, apa yang terlihat oleh sepasang mata dan pikiran personal? Ada yang bilang, "Itu dikembalikan kepada kondisi sosial dan politik yang berlaku. Tidak lazim memulangkan kepada kesimpulan spontan para pasukan sorak gembira." Beginilah satu dari sekian wajah klasifikasi kerutan kain perdamaian. Tidak ada yang mengira seseorang yang pernah berkata ini, akan berkata lain di waktu yang berbeda. Dan pada akhirnya, semua berteriak ada kuasa d...

Adab Saat Makan dan Minum

Oleh: Fattah Alfarhy Hidup sehat bagi setiap orang akan bergantung pada konsumsi makanan yang dipilih. Alangkah baiknya, bila telah merasa lapar baru kemudian makan. Ketika sudah terasa kenyang, sebaiknya dihentikan. Jangan sampai mengisi perut penuh dengan makanan. Hal ini sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. dalam sabdanya: “Tidaklah seorang Anak Adam mengisi tempat lebih buruk daripada perut (sendiri).” HR. Ahmad, Turmudzi, Ibnu Majah dan Hakim. Apabila hendak makan, hendaknya mencuci tangan terlebih dulu. Berdoa kepada Allah harus menjadi awal sebelum makan. Tidak sepatutnya menelan makanan sebelum mengunyahnya hingga lunak. Hal tersebut sangat bagus demi pencernaan. Ketika dalam suatu perkumpulan, hendaknya mengambil makanan paling dekat. Tidak patut mengambil makanan yang jauh dari jangkauan. Hal seperti ini merupakan perbuatan tidak sepatutnya. Sangat dilarang untuk membiasakan hal yang sering dilakukan orang-orang tidak berilmu dan berakhlak tercela di mata ...

Bersikap di Suatu Majelis dan Memilih Teman Belajar

Oleh:  Fattah Alfarhy Adakalanya saat melewati sekelompok orang, hendaknya mengucap salam kepada mereka dengan redaksi yang telah diajarkan Rasulullah Saw. Ucapkanlah, “Assalamu’alaikum”. Tidak perlu berlebihan dalam mengucapkan salam. Apalagi mengganti ucapan tersebut dengan redaksi lain yang mungkin jauh dari esensi salam itu sendiri. Karenanya, hal demikian begitu penting untuk dipraktikkan mengingat budaya saling memberi salam mengandung inti saling mendoakan. Apabila ingin memasuki sebuah ruangan, tentu saja harus izin terlebih dulu. Boleh jadi ruangan itu bukan tersedia untuk umum kala itu. Bisa saja mereka yang di dalam ruangan sedang berdiskusi tentang suatu hal yang tidak mungkin orang lain ikut di dalamnya. Bersikap kekanak-kanakan juga harus dijauhi. Jika itu dibiasakan tentu akan sangat berpengaruh terhadap wibawa diri sendiri. Sedangkan wibawa itu selalu berkenaan dengan harga diri sendiri yang dibawa ke manapun tempatnya. Sehingga, menjaga wibawa harus menjadi satu ...

Adab Olahraga dan Berjalan di Jalan Umum

Oleh: Fattah Alfarhy Di sebagian waktu yang kosong hendaknya dijadikan waktu terbaik untuk berolahraga. Tujuannya ialah untuk memelihara kesehatan badan supaya memperbaharui semangat belajar. Hendaknya mencari tempat dan waktu olahraga yang sejuk dan nyaman bagi tubuh. Ketika berjalan di jalanan umum, tidak perlu tergesa-gesa, dilarang bergurau dengan teman hingga terbahak-bahak dalam tertawa. Saat berjalan bersama teman-teman di jalanan umum, dilarang mengganggu ketertiban jalan tersebut dengan memenuhi jalan dan sampai menghalangi orang lain yang melewatinya. Maka, tidak usah berjajar saat berjalan di jalan umum. Kalau saja jalanan itu lebar, hendaknya berjalan dua-dua, namun jika jalanan itu sempit, maka berjalan harus satu-satu. Perlu diketahui, jalan umum itu bukan milik satu orang saja, melainkan menjadi hak kepemilikan bersama bagi sesiapa yang melewatinya. Sangat tidak pantas bagi pelajar banyak bergurau ketika berjalan di jalan umum. Karena, dapat berpengaruh ter...

Adab Belajar, Mengkaji Ulang dan Berdiskusi

Oleh: Fattah Alfarhy Jika menginginkan hasil yang lebih baik dalam memahami suatu pelajaran, jangan sendirian ketika belajar. Barangkali dengan belajar bersama teman akan lebih mudah untuk bertukar pendapat dan bisa saling membantu dalam hal tersebut. Walaupun telah memahami suatu pelajaran, tidak sepatutnya meninggalkan buku pelajaran begitu saja. Sudah seharusnya tetap belajar dan berdiskusi dengan teman ialah lebih baik seakan-akan masih belajar di hadapan guru sebenarnya. Ketika belajar harus berlaku sopan terhadap siapa saja, sekalipun di hadapan teman sendiri. Tidak semestinya menunjukkan kepandaian apapun di hadapan teman dengan melecehkannya yang lebih lambat dalam memahami suatu pelajaran. Tidak perlu berdebat kusir yang berkepanjangan pada suatu hal yang jelas salahnya, dan jangan sampai membawa ilmu kepada jalan yang batil. Karena, ilmu itu amanah dari Allah Swt. yang harus dibawa dengan sebaik-baiknya dengan tidak menyia-nyiakannya. Sehingga, mengkaji ulang merupa...

Adab Mencari Ilmu

Oleh: Fattah Alfarhy Menuntut ilmu harus ditunjukkan dengan sikap semangat dan sungguh-sungguh dalam belajar. Waktu tidak boleh terbuang sia-sia tanpa mendatangkan manfaat. Membaca dan memahami suatu materi pelajaran yang sudah atau belum dijelaskan guru, merupakan suatu kewajiban bagi setiap pelajar. Kalau menemukan kesulitan pada suatu persoalan, bertanya dan diskusi bersama teman merupakan suatu hal yang perlu dilakukan. Sehingga, tidak mudah beralih pada persoalan lain sebelum satu persoalan selesai dan dipahami dengan baik.  Adakalanya, tempat duduk yang telah ditentukan oleh seorang guru harus dipenuhi sebagai perintah yang tidak boleh dilanggar. Namun, apabila ada seorang teman yang menempati tempat tersebut, tidak perlu berkelahi atau saling memaksakan melainkan hal yang penting dilakukan ialah melaporkan ke guru yang semula menentukan tempat duduk tersebut.  Pada waktu pelajaran telah dimulai, segera bergegas tinggalkan obrolan bersama teman sekelas untu...

Tentang Persaudaraan

Oleh: Fattah Alfarhy Seorang pencari ilmu tidak hidup sendirian. Ia memiliki teman sekaligus anggota keluarga yang tidak boleh disakiti dan bersikap jahat kepada mereka. Jika duduk bersama mereka untuk belajar, berikanlah ruang sebagai tempat duduk yang nyaman untuknya agar dapat belajar bersama-sama. Allah berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ "Wahai orang-orang yang beriman, bila dikatakan padamu: berlapang-lapanglah dalam majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meningginkan derajat orang-orang yang menuntut ilmu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." QS. al Mujadalah [58]: 11. Seandainya ada ...

Berbakti Kepada Orang Tua

Oleh: Fattah Alfarhy Pada hakikatnya, berbakti kepada orang tua lebih berat daripada sekedar yang kebanyakan orang pikirkan. Dalam kata lain, berbakti kepada orang tua yang populer dengan istilah birr al-walidain menjadi suatu kewajiban bagi setiap anak. Sebagaimana telah ditegaskan Allah dalam QS. al Isra' [17]: 23-24. "Maka janganlah kamu katakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka. Ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Rendahkanlah sayapmu (tangan) di hadap keduanya seraya berdoa: "Wahai Tuhanku, kasihanilah kedua orang tuaku sebagaimana keduanya mengasihani aku di waktu kecil." QS. al Isra' [17]: 23-24. Berangkat dari ayat di atas, kita perlu belajar dari contoh seorang anak kecil dan kedua orang tuanya. Betapa besar kasih sayang orang tua yang bersusah payah mengorbakan waktu untuk anaknya. Lihatlah ketika keduanya memikirkan makan dan minumnya, berupaya untuk kesehatannya, menjaganya sepanja...

Mencintai Allah dan Rasul-Nya

Oleh: Fattah Alfarhy Sesungguhnya Allah Swt. telah menciptakan manusia berikut menyempurkannya dengan berbagai nikmat lahir dan batin. Namun, banyak di antara mereka tidak menyadari kalau pada mulanya hanya berasal dari setetes air mani yang memancar ke rahim seorang ibu. Sembilan bulan berlalu, lahirlah ke dunia seorang anak manusia yang sempurna. Tidak hanya dibekali penglihatan dan pendengaran semata, Allah juga membekalinya dengan akal agar mampu membedakan mana yang baik dan buruk. Sebagaimana firman Allah dalam QS. an Nahl [16]: 78, وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ "Dan Allah telah mengeluarkanmu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur." QS. an Nahl [16]: 78. Betapa baiknya Allah yang seperti demikian telah memberi berbagai nikmat dan anugerah...

Karena Takwa Bukan Sekedar Takut

Oleh: Fattah Alfarhy Secara singkat, takwa berarti rasa takut. Seseorang yang bertakwa berarti takut terhadap kemurkaan Allah, yakni dengan menjalankan perintah Allah SWt. dan meninggalkan larangan-Nya. Karena, sesungguhnya Allah mengetahui isi hati, mengetahui ucapan dan mengawasi semua perbuatan. Takwa merupakan langkah terbaik untuk menghindarkan diri dari kemurkaan Allah Swt. Menjaga diri dari murka Tuhan merupakan salah satu cara untuk bertakwa. Karena, Allah merupakan pencipta, pemberi rizki dan menganugerahkan akal kepada manusia supaya dapat berpikir guna menyelesaikan masalah.  Ibarat ayah melihat anaknya melakukan pelanggaran, seperti merokok tentu akan takut jika sampai diketahui olehnya dan mendapat ancaman hukuman. Seperti itulah, Allah memperhatikan kita. Walaupun kita tidak melihat Allah, yakinlah Allah selalu memperhatikan segala aktifitas hamba-Nya. Maka, selalu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya ialah cara terbaik untuk menghindari ke...

Saat Guru Memberi Nasehat

Oleh: Fattah Alfarhy Bagi seorang guru, murid bagaikan seorang anak bagi ayahnya. Terasa girang bila melihat seorang anak yang sehat fisiknya, cerdas, bersih hatinya, mulia akhlak, santun perilaku, jauh dari perkataan buruk, baik terhadap dengan teman-teman, disukai oleh teman-teman, menyayangi orang fakir, membantu orang lemah, mengampuni orang jahat, memaafkan kesalahan orang lain, tidak meninggalkan shalat dan tidak menggampangkan ibadah kepada Tuhannya. Seorang guru merupakan orang yang paling berhak didengarkan nasehatnya dibandingkan orang lain. Bisa dikatakan, guru merupakan orang tua kedua bagi anak saat disekolah. Karena, guru menjadi penjaga ruh seorang murid yang mendambakan kebaikan dan kesuksesan dapat diraih suatu saat nantinya. Tentu saja, guru menjadi penasehat tepercaya kepada muridnya. Betapa pentingnya nasehat guru, yang harus dilaksanakan saat di hadapan guru, bersama teman dan di kala sendirian. Kalau tidak melaksanakan nasehat tersebut, saat dalam ke...

Berawal Dari Niat

Oleh: Fattah Alfarhy "Tidak semua yang kau inginkan harus tercapai. Tanpa niat, semua hanyalah angan dan akan terbang bersama waktu yang takkan berulang." Fattah Alfarhy Setiap orang berhak menggantungkan cita-citanya setinggi mungkin. Ada pepatah mengatakan, "gantungkan cita-citamu setinggi langit" turut menjadi legitimasi hal tersebut. Segala keinginan yang terlintas dari sumber mana pun selalu berhenti dalam pikiran saja. Namun, pada akhirnya hanya menjadi angin yang keluar dari lisan yang terlihat suci. Tanpa disadari, segala bualan itu pun menjadi sebuah kebiasaan mewarnai hari-hari. Karenanya, untuk sebuah keinginan tidak perlu berburu-buru mengatakannya, agar tidak kecewa di kemudian hari. Ada saja kemauan yang terhalang oleh kepentingan. Sebaliknya, kepentingan pula dapat menjadi sebuah ide awal untuk terciptanya keinginan yang dilandasi kemauan yang begitu kuat. Hanya karena satu tujuan tertentu, keinginan itu menjadi hal yang patut untuk diper...

Persatuan Kenari

Oleh: Fattah Alfarhy Pemandangan terindah ketika pagi adalah sunrise, matahari terbit dari Timur. Ini bisa dilihat setiap hari pada satu jam setelah waktu Subuh. Kalau rumah dekat pantai, pasti lebih seru karena dapat menjumpainya setiap pagi. Terlebih lagi bagi mereka yang bermukim di pulau kecil, akan sangat mudah mendapati keindahan sunrise ini. Kalau pun kadang menyempatkan diri melihat sunset, justru lebih seru lagi. Itulah sekilas keindahan yang ditampilkan oleh matahari. Tanpa dijadwal, tanpa diminta pun selalu datang tepat waktu dan pergi tepat waktu. Kehadiran dan kepergiannya menandai berakhirnya dua waktu shalat, yakni Subuh dan Asar. Dua shalat ini dikatakan menjadi dua terberat, di antara shalat 5 waktu yang lainnya. Mengapa demikian? Dalam bahasa Al-Qur'an ([2]: 238) ada ungkapan al-shalat al-wustha. Oleh sebagian mufassir, dimaknai sebagai shalat yang di tengah-tengah waktu di antara shalat-shalat lainnya. Bisa jadi shalat Subuh, toh juga bisa jadi shal...