Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Cerita Dari Perbatasan

Oleh: Fattah Alfarhy Berbicara tentang perbatasan Indonesia, kita perlu melihat lebih luas jangkauannya. Jika perbatasan paling Timur, kita akan melihat Papua Nugini. Perbatasan paling Selatan, kita melihat ada Timor Leste. Selain itu, ada pula Samudera Hindia yang mengapit Kepulauan Nusantara. Di sebelah Barat, pulau terakhir bernama Sabang. Lalu bagaimana di wilayah paling Utara Indonesia? Kita punya pulau Kalimantan yang terhampar luas, berbatasan langsung dengan Wilayah Negeri Bagian Sabah, Malaysia. Di Kalimantan Barat kita akan bertemu dengan Entikong, yang berbatasan langsung dengan Sabah. Kita jalan lagi ke wilayah paling Utara Indonesia, terdapat wilayah Kalimantan Utara. Di sana terdapat dua pulau kecil yang berbatasan langsung dengan wilayah Malaysia, yaitu Nunukan dan Sebatik. Namun, yang akan kita tengok lebih dalam kali ini adalah pulau Sebatik. Pulau Sebatik merupakan salah satu pulau di Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Baik itu wilayah darat maupun...

3 Syarat Menjadi Orang Beruntung

Oleh: Fattah Alfarhy Manusia tercipta sebagai makhluk yang paling indah. Kedudukannya di depan makhluk lainnya menjadi sangat mulia. Itu karena ia memang diciptakan untuk satu proyek jangka panjang. Salah satunya, Allah mempersiapkannya untuk menjadi khalifah. Dengan segala kelengkapan bekal yang dimiliki, manusia diberikan mandat untuk meramaikan dan mengatur bumi ini. Manusia merupakan makhluk yang berakal. Inilah satu hal membedakannya dari makhluk-makhluk lainnya. Dengan akal tersebut, ia akan mampu berpikir dan merenungkan apa yang terbaik untuk dilakukannya. Akal tersebut juga digunakan untuk menuntunnya memilih mana yang baik dan buruk. Sehingga, ia mampu menempatkan posisinya menurut tempat dan zamannya. Sebenarnya predikat manusia itu cuma ada dua. Manusia beruntung dan manusia rugi. Dua predikat itu juga bisa dijadikan tujuan seorang manusia dalam menjalani kehidupan ini. Allah telah menciptakannya bukan untuk satu hal yang sia-sia. Tetapi, manusia diciptakan agar ia mampu...

Berdoa Terus Tanpa Jeda

Oleh: Fattah Alfarhy Hidup itu akan terus berjalan. Waktu akan selalu ikuti langkah kita dalam keadaan apapun. Kala kita dalam kebaikan, waktu tetap berjalan. Saat kita lalai dalam keburukan, waktu pun tetap habis akhirnya. Dan kita pun sadar dalam sehari belum sepenuhnya berbuat baik untuk diri sendiri. Sebaliknya, kita pun selalu terbiasa dalam keburukan tanpa jeda. Dari melihat hingga berkata, bisa terjebak dalam keburukan. Dari melihat timbul sifat hasud atau dengki. Dari perkataan seringkali tercipta kebohongan. Sebagai manusia, kita benar-benar diliputi kelemahan. Lemah dalam menahan diri, lemah dalam mengontrol pandangan dan tentu lemah dalam menjaga perkataan. Setiap kita sering terjebak adanya keburukan di sekitar. Sudah berusaha menghindar, tetap saja terperosok ke dalam. Hanya gara-gara teman, semuanya bisa berubah seketika. Karena kalau tidak ikut bergabung tidak lagi dianggap sebagai teman. Itulah salah satu kelemahan kita, tidak mampu membedakan prinsip dan hak kita seb...

Kala Menulis Bingung Mencari Judul

Oleh: Fattah Alfarhy Penulis itu, ya menulis. Kalau membaca terus, kapan nulisnya? Tapi, menulis tanpa bacaan terus kapan berkembangnya? Agaknya pertanyaan-pertanyaan ini selalu menghantui para penulis. Terlebih penulis pemula semacam saya, Anda, atau mungkin banyak orang di luaran sana yang berkeinginan menulis, tapi tidak lekas menulis. Mereka cuma mengumpulkan teori, tanpa segera mempraktikkan. Dan pada akhirnya keinginan itu hanya menjadi bualan saja. Manusia memiliki jatah waktu yang sama dalam sehari semalam. Setiap kita dijatah 24 jam, tidak kurang dan tidak lebih. Setiap kita punya kesibukan masing-masing menurut profesi yang digeluti. Semuanya berjalan tanpa halangan dan baik-baik saja. Tapi, rasanya menyisakan waktu sedikit untuk menulis kok berat ya. Padahal, untuk sebuah kata tinggal dipikir direnungkan lalu ditulis dan selesai. Kenapa sulit sekali kebiasaan itu diwujudkan dalam keseharian. Lagi-lagi kesibukan dijadikan alasan. Di saat pikiran sedang mood, rasanya fresh ...

Menemukan Kekuatan Kata

Oleh: Fattah Alfarhy Setiap kata yang terucap oleh kita adalah anugerah. Tiap pemikiran yang berhasil disampaikan oleh mereka adalah harapan. Di dalam kata yang bermakna dan pemikiran yang berbobot peradaban dunia ini akan dipertaruhkan. Kekuatan kata akan memberi motivasi kepada setiap pembaca. Pemikiran yang bernas akan memberi suntikan semangat kaum cendekiawan untuk selalu berpikir melanjutkan tradisi peradaban masa silam. Jika mau menilik sejarah, kita akan menemukan berbagai kejadian yang penuh hikmah. Di jauh masa lalu itu, terdapat sebuah tempat dan masa yang tak pernah terkirakan oleh kita. Barangkali kita sekarang hanyalah makhluk yang menikmati hasilnya. Tapi, tidak pernah mau memikirkan asal usul dan dari mana semua itu berasal. Padahal jika kita mau membaca dan merenungi sejarah tentu akan diketahui bahwa pola kehidupan sekarang tidak jauh dari masa lampau. Terbayang betapa besarnya sejarawan yang telah mengabadikan kata-kata penuh kekuatan itu dalam karya-karya besarny...

Dari Satu Huruf itu Menulis Dimulai

Oleh: Fattah Alfarhy Kecakapan orang itu berbeda-beda. Ada yang sangat cakap berpidato. Ketika dia ceramah atau presentasi, seakan-akan menyihir para pendengarnya. Seakan-akan dalam setiap kalimat yang terucap adalah hikmah. Semuanya menjadi logika penuh dengan ilmu. Sangat sayang untuk dilewatkan walau itu cuma satu kalimat saja. Di sisi lain, ada pula yang cakap dalam kepenulisan. Tiap ada ide ditulis. Dari huruf per huruf menjadi kata. Dari kata per kata terangkai menjadi kalimat hingga berkumpul jadi satu paragraf. Jika itu konsisten dilakukan tiap hari, akan menjadi buku yang siap dicetak. Namun, kecakapan itu sangat jarang dikuasai oleh semua kalangan. Padahal, sejatinya pelajaran di sekolah dasar adalah membaca dan menulis. Entah sudah lupa caranya atau bahkan sangat malas melakukan keduanya saat sekolah dulu. Kata orang menulis itu sulit. Wajar, untuk pemula berkata begitu. Seringkali terjadi kemandekan ide saat lagi mood menulis. Itu juga menjadi salah satu sifat yang wajar...

Tobat Bukan Soal Kesiapan

Oleh: Fattah Alfarhy Manusia selalu punya keinginan. Bumi ini telah diciptakan untuknya sebagai tempat tinggal. Dia terpilih sebagai makhluk pemikul tanggung jawab atas hamparan bumi ini. Terpilihnya manusia, lantaran kedudukannya yang lebih mulia di atas makhluk yang lainnya. Karena, dia dibekali akal dan nafsu. Ditegaskan juga dalam al-Qur'an bahwa manusia tercipta sebagai makhluk paling indah dalam penciptaannya (lihat QS. At Tin: 4). Itulah sekilas sebab manusia teramat istimewa di dunia ini. Terlepas dari semua yang ada, manusia telah mengukir sejarah baik dan buruk sejak awal penciptaannya. Semenjak dia (baca= Adam) berada di surga, setidaknya telah melakukan pelanggaran atas larangan Tuhan. Ini menjadikannya diusir dari surga. Atas dasar itulah, manusia sangat rentan melakukan pelanggaran. Dan jika itu dilakukan terhadap larangan Tuhan, maka dosa yang akan didapatnya. Sehingga, dosa merupakan hal yang lumrah terjadi pada diri seorang manusia. Karena, sejarah telah mencatat...

Menunggu atau Kecewa

Oleh: Fattah Alfarhy Katanya, menunggu itu butuh kesabaran yang lebih. Menunggu memerlukan perjuangan ekstra. Walau terkadang tidak melakukan apa-apa ternyata menunggu melelahkan juga. Menunggu juga bisa membuat orang merasa bosan dan kejenuhan. Di samping kepastian yang diinginkan, juga menahan gejolak antara setia atau kecewa pada akhirnya. Padahal, kesabaran itu ada batasnya. Begitulah oleh sebagian orang pahami. Kebanyakan orang menanamkan dalam hati jika sabar itu butuh tenaga ekstra. Karena, ada kaitannya dengan bertahan untuk setia dan berjuang untuk harapan yang diimpikan. Seseorang berkata, bahwa sabar itu tidak cukup dengan berkata. Tapi, perlu bukti untuk membuat orang lain percaya. Sebab, pada hakikatnya kesabaran itu hanya diketahui oleh yang bersangkutan bersama dengan Tuhan. Maka, rahasia kesabaran itu sering menuai keajaiban. Adakalanya, rasa sabar berada di ambang pintu arogan rasanya tiada lagi untuk bertahan, ternyata yang ditunggu datang di waktu yang tepat. Adak...

Al-Qur'an Digugat?

Oleh: Fattah Alfarhy Sebagian orang tentu beranggapan bahwa Al-Qur'an itu sudah final. Mushaf Al-Qur'an yang tersebar ke seluruh penjuru dunia saat ini merupakan hasil upaya kodifikasi yang dilakukan di masa Khulafaur Rasyidin. Kita tidak boleh lagi menggugat atau bertanya apa benar itu Al-Qur'an atau justru hasil modifikasi orang-orang di masa itu? Bisa saja muncul pertanyaan lain, apakah otentisitas Al-Qur'an benar-benar terjamin? Flashback ke sejarah masa silam tentang proses pengumpulan Al-Qur'an yang begitu panjang dan rumit. Kalau hanya dilandasi dengan kacamata keimanan tentu sebagai muslim beriman, bahwa Al-Qur'an itu Kalamullah. Tetapi, jika menilik sejarah pengumpulan sampai kodifikasi menjadi satu mushaf bukannya kemungkinan manusia itu ada khilafnya. Karenanya, banyak kalangan orientalis yang menggugat otentisitas Al-Qur'an. Mereka beranggapan bahwa Al-Qur'an yang ada sekarang itu hasil akal-akalan Rasulullah selaku penyampai wahyu kala it...

Prinsip-prinsip Dalam Menulis

Oleh: Fattah Alfarhy Perlu dipahami oleh kita semua para penulis pemula, atau bahkan yang sudah sering nampang di media massa bahwa dalam menulis itu ada prinsip-prinsip yang harus diperhatikan. Besar kemungkinan jika prinsip-prinsip tersebut diikuti, kita tidak akan kebingungan untuk menulis. Hasil tulisan itulah nantinya yang akan membawa prinsip-prinsip ke hadapan pembaca. Lalu apa saja prinsip-prinsip yang ada pada proses menulis? Pertama, prinsip kebenaran. Menulis harus dilandasi untuk menyampaikan kebenaran. Bukan sekadar benar untuk diri sendiri. Tapi, kebenaran yang disampaikan melalui tulisan sebisa mungkin agar bisa mempengaruhi orang lain. Jika hal itu dapat terpenuhi, maka tulisan tersebut bisa jadi amal jariyah bagi si penulis. Secara tidak langsung, jika pembacanya melakukan kebaikan seperti yang telah dituliskan maka penulisnya akan mendapat aliran pahala. Karena, dia berhasil mempengaruhi para pembaca melalui tulisan yang dipublikasikannya. Kedua, prinsip kebermanfa...

Tentang Penantian

Oleh: Fattah Alfarhy Dalam kedudukan sesungguhnya, menanti itu mulia. Menanti bersinonim dengan menunggu. Seseorang yang menunggu tentu butuh waktu. Kenyamanan waktu tunggu juga dipengaruhi tempatnya. Lengkap sudah orang yang menunggu itu butuh waktu dan perlu di tempat yang nyaman. Seandainya orang tersebut menunggu tidak pada tempat yang nyaman, tentu akan terasa berbeda. Karena menunggu itu butuh waktu, setidaknya harus pandai-pandai memilih tempat untuk menghabiskan waktu tersebut. Lebih jauh lagi, ternyata menunggu itu butuh kepastian. Misalnya, sudah seminggu yang lalu akan ketemuan di sebuah pusat perbelanjaan, ternyata ditunggu berjam-jam tidak jual datang. Betapa jengkel rasanya hati si penunggu. Sudah menghabiskan waktu, janjiannya ternyata tidak ditepati. Dalam masa penantian semacam ini, tentu berbeda dengan Rasulullah Saw. pada masanya. Beliau merupakan teladan bagi manusia di seluruh alam. Keteladannya dalam soal kesabaran tiada tandingannya. Betapa, sabarnya seorang r...

Sambung Cerita

Oleh: Fattah Alfarhy Menulis cerita sering dianggap sulit oleh sebagian orang. Besar kemungkinan, mereka masih pemula dan masih enggan untuk mencoba menulis. Atau mereka ingin menulis, tapi bingung harus dari mana. Simpel saja, menulis cerita itu mudah bagi yang mau memulainya. Sebaliknya, akan sangat sulit bagi yang belum terbiasa menulis, atau sekedar bercerita kepada rekannya. Mungkin saja itu dianggap rahasia. Atau barangkali dia masih belum percaya diri ketika nanti dikomentari. Bercerita itu bisa melalui dua cara, bisa secara lisan atau tulisan. Untuk lisan ini menjadi kesukaan kebanyakan orang, karena langsung bisa didengar dan mendapat komentar. Namun, penerimanya tidak boleh sembarang orang. Cerita lisan ini hanya boleh didengar kalangan tertentu saja. Semisal keluarga, teman dekat, sahabat atau teman satu komunitas. Selain itu, sangat sulit untuk masuk dan akan dianggap ikut campur. Lain halnya dengan cerita tulisan. Kebanyakan orang menulis cerita karena alasan tugas. Tid...

Terbangun Dari Kealpaan

Oleh: Fattah Alfarhy Oleh sebagian orang, weekend merupakan hari terbaik untuk keluarga. Weekend merupakan sebutan populer Hari Sabtu dan Minggu menjadi umum libur bagi siapa saja. Baik untuk yang kerja di kantor, kuliah atau yang masih sekolah. Semua berhak menikmati hari liburnya di akhir pekan. Maka, akhir pekan menjadi waktu yang tepat untuk kumpul bersama keluarga. Biasanya, ada yang menikmatinya dengan jalan-jalan ke tempat rekreasi. Seperti renang, ke pantai dan juga shopping di mall yang ditutup dengan nonton film di bioskop. Ada pula yang sekedar makan di luar bersama keluarga. Namun, tidak lupa berkunjung ke rumah keluarga di luar kota. Semua itu dilakukan dalam rangka menikmati hari bersama keluarga. Kesibukan selama seminggu tidak cukup hilang dengan istirahat saja. Karena tanpa disadari ada waktu yang hilang oleh mereka. Waktu tersebut adalah waktu bersama keluarga. Walau berkumpul hampir tiap hari, tapi ternyata ada yang kurang tanpa disadari. Kebersamaan memang selalu...

Menulis Kemudian, Setelah Membaca

Oleh: Fattah Alfarhy Kegiatan yang tidak boleh terlewatkan selain makan sebagai asupan gizi badan, adalah membaca dan menulis untuk asupan gizi jiwa dan pikiran. Buku menjadi teman terbaik di saat kesepian. Ketika dalam kesunyian, sendiri dalam perjalanan buku akan menemani. Kalau pun lapar seringkali datang tiba-tiba, buku tidak pernah habis untuk dibaca. Beda dengan makanan yang pasti habis setelah dimakan. Buku yang selesai dibaca tidak akan pernah habis untuk diceritakan sebagai ilmu yang abadi. Membaca merupakan salah satu kegiatan positif yang tidak boleh ditinggalkan. Membaca buku adalah cara terbaik untuk mengumpulkan informasi dan membuka jendela dunia di depan mata. Sesuatu yang tidak pernah nampak, jadi terlihat setelah mendapatkan ilmunya pada suatu bacaan. Kabar tentang seseorang menjadi gamblang, setelah membaca surat yang dikirimkan. Bahkan, membaca al-Qur'an bisa memberikan kesejukan dan kedamaian bagi jiwa yang kering kerontang. Uraian di atas merupakan bentuk c...

Belajar Setiap Saat

Oleh: Fattah Alfarhy Tidak dipungkiri bahwa manusia adalah makhluk pemikir. Manusia memiliki kemampuan berpikir karena dibekali akal. Keberadaannya di dunia ini menjadi khalifah yang bertugas mengatur bumi dan meramaikannya. Maka, tidak heran jika begitu berat tugas yang diembannya. Lalu bekal apa yang perlu dimiliki manusia? Apa cukup hanya keberanian dan kesanggupan saja? Tentunya, keberanian tidak cukup. Kesanggupan saja tidak menjamin kestabilan keadaan bumi ini. Karena itu, manusia perlu dan harus memiliki ilmu. Adanya ilmu merupakan wujud dari kebenaran-kebenaran yang menjadi hasil dari penelitian, pengalaman dan juga hukum dari kitab suci. Ilmu inilah yang wajib dipelajari seorang manusia untuk bekal tugas kekhalifahan di bumi ini. Sehingga, dalam mengatur dan bertindak sebagai khalifah itu benar-benar berdasarkan kebenaran semata. Manusia disebut juga sebagai makhluk pembelajar. Sejak dilahirkan ke dunia, keberadaannya sudah dituntut untuk mencari ilmu. Diharapkan setelah me...

Memaknai Hidup

Oleh: Fattah Alfarhy "Termasuk kebaikan Islamnya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermakna baginya." Al Hadis Zaman ke zaman semakin banyak perubahan. Ada yang berkembang. Ada pula yang menyusut. Di satu sisi bertambah di sisi lain berkurang. Dengan satu kelebihan yang ada, tentu disertai banyak kekurangan yang tidak terhindarkan. Termasuk yang paling sering tidak disadari oleh manusia adalah sifat lupa. Karena, benar bahwa manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Walaupun demikian, pernyataan tersebut tidak lantas selalu dijadikan dalil untuk pembenaran pribadinya. Atas segala sifat negatif yang dimiliki, tidak boleh menjadikan dalil di atas sebagai pembelaan atas kealpaannya. Maka harus jelas, jika salah itu salau dan sebaliknya jika benar itu benar. Semua itu tentu telah didasarkan kepada dalil kita suci dan aturan yang normatif. Tentunya, sesuatu yang baik, tidak muncul tiba-tiba begitu saja. Kebaikan seseorang tidak diukur dari seberapa banyak nilai k...

Ringan Dibawa, Berat Dihisab

Oleh: Fattah Alfarhy Di era globalisasi sekarang ini, segala kemajuan sangat nampak dari perkembangan teknologi. Mulai dari alat-alat canggih bermesin kapasitas tinggi hingga alat komunikasi berbasis internet. Salah satu yang paling masyhur di akhir dekade ini adalah perkembangan gawai. Sebagian orang, mungkin mengenalnya sebagai smartphone. Itu karena fitur canggihnya yang begitu pintar melebihi kepintaran penggunanya. Ini menunjukkan tidak semua pemilik gawai dapat menggunakannya secara optimal. Gawai merupakan salah satu alat komunikasi tren masa kini. Dengan benda yang ringan tersebut, semua bisa dijangkau tanpa jarak. Semua terasa begitu dekat, bagai daun dengan ulat. Hampir semua orang tidak mudah lepas dari gawai miliknya. Bahkan, setiap detik atau menit selalu mengecek balasan chat teman atau koleganya. Ini merupakan salah satu bentuk ketergantungan manusia terhadapnya. Dulu, aplikasi media sosial tampak biasa saja. Kegunaan dan fungsinya hanya berkisar untuk bicara dan kiri...

Banyak Baca, Banyak Lupanya

Oleh: Fattah Alfarhy Manusia diciptakan sebagai makhluk pemikir. Dalam dirinya terdapat akal sebagai bekal hidup untuk membedakan benar dan salah. Akan menjadi pembeda manusia dengan makhluk lainnya. Di situlah keunikan penciptaan manusia, di mana mereka menjadi ciptaan yang paling unik sejagad raya. Karena akal menjadi satu keistimewaan yang diberikan Allah baginya. Akan tetapi, kemuliaan itu tidak dapat bertahan jika tidak dapat dijaga sebaik-baiknya. Akal yang merupakan satu sisi kemuliaan manusia merupakan titik penentu baik dan buruk dirinya. Manusia berakal tentu akan berpikir. Sudah seharusnya mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Jika tidak mampu menjaga keteguhan akal dalam dirinya, niscaya akan terjerumus ke jalan yang abu-abu. Tidak jelas di mana dan akan ke mana arahnya. Maka, orang yang tidak mau berpikir tidak pernah merasa susah. Karena sudah cukup susah memikirkan kemalasan berpikirnya. Karena itu, agar akal mampu berfungsi optimal tentu butuh nutrisi...

Berpikir itu Tanda Kreatif

Oleh: Fattah Alfarhy Sudah semestinya manusia itu harus berpikir. Sebagai makhluk yang diciptakan paling unik sejagad raya, manusia harus pandai berkreasi. Daya kreatifitas akan menentukan eksistensi hidup seseorang di masa depan. Ketika muncul orang kreatif, bukan berarti itu semata-mata bawaan. Jika itu jadi patokan, rasanya akan berkecil hati mereka yang telah banyak latihan. Kreatifitas itu bukan saja dalam akal dan pemikiran. Akan tetapi, kreatif itu bisa dinilai dari hasil yang dikerjakan selama beberapa saat. Adakalanya, kreatif itu ditandai dengan daya nalar apik yang dituangkan dalam karya hasil pemikiran. Tak juga patut dilupakan, segala pekerjaan yang menggunakan kedua tangan menuntut kreatifitas. Hasil fisik dan mudah dilihat sepasang mata adalah kenyataan bahwa kreatifitas dapat dimiliki oleh siapa saja. Dalam sehari semalam, ada 24 jam. Tentu saja, jika dibagi menurut pekerjaan dan istirahatnya 8x3 sudah cukup. Artinya, satu pekerjaan memakan waktu 8 jam. Bekerja butu...

Kemaren, Hari ini dah Esok Hari Tetap Berjuang

Oleh: Fattah Alfarhy Tak terasa sudah tiba di tahun baru 1440 Hijriyah. Setahun telah berlalu meninggalkan jejaknya. Sudah berapa banyak dosa membekas. Seberapa banyak pahala ditabung. Semua telah terjadi dan tak mungkin kembali lagi. Tahun yang telah berlalu tidak mungkin juga untuk dilupakan. Tak patut juga untuk diratapi. Kenangan yang telah terjadi hanya patut untuk direnungi. Jika itu kebaikan, dipertahankan dan dicontohkan. Namun, jika keburukan semoga setahun ke depan dapat menutupi semuanya. Tanpa melupakan jati diri sebagai manusia, pada hakikatnya waktu adalah makhluk yang sangat berharga. Kehadirannya tidak pernah ditunggu. Tapi, kepergiannya sangat pasti. Apapun yang terjadi, semua telah tercatat oleh waktu yang menyertai. Cerita yang telah berbaur dengan kenyataan menjadi satu kepingan rindu untuk diputar kembali. Waktu begitu indah untuk dikenang. Sambil mengatakan, "waktu itu...," atau "andaikan saja waktu itu...." Tapi, semuanya telah berlalu. Menj...

Berbagi Cerita Adalah Nyawa di Masa Depan

Oleh: Fattah Alfarhy Mungkin pernah dengar sebuah jargon "Jasmerah" yang merupakan singkatan dari "Jangan sekali-kali melupakan sejarah". Tidak asing di telinga dan sering terdengar saat pelajaran di kelas maupun di ceramah-ceramah yang isinya tentang kebangsaan. Sejarah merupakan aset bagi bangsa. Keberadaannya akan menjadi peninggalan berharga bagi anak cucu. Kalau pun mereka tidak sezaman dalam hidup, setidaknya mereka bisa membaca sejarah perjuangan kakek leluhur yang telah tiada. Sebuah kebaikan yang ditanam tidak akan pernah hilang sebagai pahala. Kebaikan itu hanya dilupakan. Karena, kebaikan satu akan tertutup oleh kebaikan lain pada sesi selanjutnya. Ketika telah menjadi baik, jangan tanggung-tanggung untuk menjadi baik seutuhnya dan selamanya. Saat ada yang ingin menghasut tentang perubahan itu, tidak usah dihiraukan. Karena tanpa disadari kebaikan itu akan selalu dikenang dan menjadi catatan cerita baik bagi anak cucu di masa depan. Berbagi cerita sela...

Menemukan Ide, Segera Tulis

Oleh: Fattah Alfarhy Tentang tulisan hari ini, terasa garing. Kenapa garing? Karena tidak dibarengi rasa yang menyenangkan ketika menuliskannya. Hanya berjalan, itu saja. Tiada rasa mood yang pas untuk mengungkapkan curahan pikiran. Entah semua pada ke mana. Padahal selalu ditunggu kehadirannya. Sepuluh kata saja terasa berat untuk dirangkai ke dalam satu kalimat. Tak terasa hari sudah menjelang gelap. Belum juga hadir sedikit pun ide yang melantik diri mengayunkan jari penuh kelincahan. Padahal, sedari pagi menunggu dan menunggu kata pertama muncul untuk segera dituliskan. Akan tetapi, memang tak segera datang. Dan entah masih nyasar ke mana. Ditunggu tak datang-datang, seperti bang Toyib saja. Tapi, terkadang memang begitu. Sewajarnya kerinduan menunggu kata pertama datang, selayaknya menunggu balasan chatting dari si doi. Dan sampai menjelang tidur pun belum juga datang. Mau nyari di manapun tidak ketemu. Sebenarnya bukan masalah ketemunya, barangkali karena malas menuliskannya....

Bercerita Selalu ingin Sempurna

Oleh: Fattah Alfarhy Cerita itu harus tersampaikan. Isi dan muatannya, harus bersambung kepada para pendengar. Cerita itu akan menimbulkan rasa ingin tahu kelanjutannya. Jika cerita itu tertulis, para pembaca dapat merasakan kepuasan batin usai membaca cerita itu. Sehingga, cerita itu bisa menjadi sihir ampuh terhadap pembaca atau pendengarnya. Seorang tukang cerita, sudah seharusnya merumuskan isi cerita dengan sebaik-baiknya. Supaya pembaca mendapatkan dua sensasi sekaligus ketika membaca. Satu, pembaca mendapatkan kepuasan pikiran setelah berhasil memecahkan logika dalam ceritanya. Kedua, cerita yang berhasil menyihir pembacanya akan memiliki tempat tersendiri bagi pembacanya. Sedangkan bagi para pendengar, cerita itu akan selalu terngiang menjadi inspirasi dan semangat. Sebagaimana dalam.cerpen, seperti itulah seharusnya cerita dapat tersampaikan kepada pembacanya. Wajar saja,  bila masing-masing memiliki sudut pandang berbeda sesuai sengaja tingkat bacaannya. Ketiga, cerita...

Menunggu itu Emas

Oleh: Fattah Alfarhy Setiap orang tentu merasakan satu pekerjaan yang bernama menunggu. Mulai menunggu seseorang, menunggu janji ditepati, sampai menunggu keputusan atas pilihan. Menunggu itu, antara kita atau tidak. Dilanjutkan atau berhenti saja. Menunggu seringkali menuntut kepastian. Sebelum memutuskan, menunggu harus dilakukan agar tidak kecewa di belakangan. Menunggu itu butuh waktu. Berkaitan dengan lama dan sampai kapan tidak tentu berakhirnya. Seseorang yang telah berusaha menunggu, sebenarnya dia tengah belajar tentang arti sebuah kesabaran. Sabar itu berkaitan erat dengan setia. Menunggu harus setia. Menunggu butuh kesabaran. Karenanya, orang sabar dicintai Allah. Sebab itu, bersabar itu akan mendapat pahala tak terhingga dari Allah Swt. Orang menunggu makanan pesanannya, tak cukup menahan lapar saja. Sabar dan setia untuk mendapatkan hidangan yang dipilihnya mutlak dilakukan jika ingin menikmati hasil olahan si tukang masaknya. Jika tak kunjung tahan dengan kesabarannya,...

Nasihat itu yang Mudah Saja

Oleh: Fattah Alfarhy Sampai sekarang selalu gampang untuk ketemu orang yang bebal dan susah untuk beri nasihat. Di samping orang tersebut sudah merasa pintar, juga memiliki sifat sombong tujuh turunan. Seakan-akan tidak butuh siapapun lagi, karena segalanya telah dia punyai. Mau makan apa saja, serba ada. Harta melimpah tanpa kerja keras dan peras keringat. Selayaknya penguasa, para pelayan berjajar menunggu perintah tuannya. Jadi ingat kisah Raja Firaun. Semua tahu kalau Firaun terkenal akan kesombongannya. Tidak mau kompromi dengan siapapun. Semena-mena terhadap rakyatnya. Mentang-mentang menjadi penguasa, menjadikannya bertindak seenaknya. Anehnya, bayi laki-laki tidak diperkenankan hidup kala itu. Barangkali karena takut nanti akan menjadi pesaingnya. Tapi, bagaimana pun keadaannya Firaun tetaplah raja yang angkuh dan paling sombong sedunia. Dikatakan, dia tidak pernah sakit. Kedigdayaannya berkuasa di tanah Mesir saat itu, sampai-sampai membuatnya mengaku sebagai Tuhan. Sungguh...

Akal-akalan dalam Agama

Oleh: Fattah Alfarhy Sudah jamak diketahui, Islam memiliki penganut terbesar di Indonesia. Meskipun mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, tetap saja Umat Muslim tetap menjadi mayoritas. Sebanyak apapun jumlahnya, secara obyektif kita perlu kaji dari segi kualitasnya. Pada faktanya, umat muslim memang selalu terbesar di Indonesia. Dunia juga sudah tahu akan hal itu. Namun, perlu dicermati lebih lanjut jika jumlah besar itu masih terbagi-bagi ke dalam beberapa tipe. Mungkin seringkali didengarkan pernyataan orang tentang Islam KTP. Merujuk pada satu istilah ini, sudah ditemukan satu tipe umat Islam di tengah-tengah masyarakat. Islam KTP dikenal sebagai sebutan bagi penganut Islam yang hanya dalam status kewarganegaraan. Dalam agamanya, berstatus agama Islam yang tercetak di KTP yang bersangkutan. Lain ceritanya, jika dibilang dalam urusan keseharian. Antara shalat atau belum mengamalkan agamanya tidak menjadi sebuah pertanyaan mendasar. Yang terpenting agaman...

Beribadah Tanpa Ilmu

Oleh: Fattah Alfarhy Memang benar, zaman semakin maju. Era masa kini jelas berbeda dengan beberapa tahun lalu. Sekarang banyak sumber belajar yang dengan mudah bisa diakses via internet. Barangkali, kalau zaman dulu butuh waktu untuk menghadap atau menghadiri majlis ilmu dan sekolah lainnya. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan ilmu dari guru. Maka, sangat rugi bila kemajuan di zaman serba virtual ini tidak dapat dimanfaatkan manusianya. Ibadah merupakan amalan wajib bagi tiap muslim sepanjang hidupnya. Sebagai muslim yang taat tentu tidak boleh meninggalkan kewajiban shalat 5 waktu. Shalat yang merupakan amalan ibadah paling utama di atas lainnya. Sebab itulah, shalat menjadi amal ibadah yang pertama kali akan dihitung di hari kiamat. Betapa pentingnya shalat, maka harus dipelajari ilmunya. Orang muslim harus mengutamakan ilmu tentang shalat daripada ilmu lainnya. Karena, ibadah shalat tanpa ilmu hanya sia-sia. Ibarat seseorang berjalan tanpa arah, tentu tidak aka...

Mencari Manfaat di Komunitas Baru

Oleh: Fattah Alfarhy Hidup di dunia ini ibarat mampir minum. Saking sebentarnya, ada orang yang khawatir tidak sempat memberi manfaat untuk orang-orang di sekitarnya. Muhasabah diri menjadi kebiasaannya tiap malam menjelang tidur. Sudahkah berbuat baik apa saja, dan seberapa banyak keburukan yang telah ditinggalkan hari itu? Karena, saking khawatirnya dia pun berupaya untuk senantiasa menjadi baik minimal untuk dirinya sendiri. Terlebih lagi, sangat baik jika menjadi baik untuk orang lain di sekitarnya. Betapa sebenarnya dunia ini hanya guyonan dan permainan. Jika lengah akan terperosok dalam kejamnya permainan. Jika lalai juga akan terlarut dalam guyonan. Waktu hidup yang sebentar itu sangat rugi jika hanya terlewatkan untuk dua itu saja. Karenanya, sebagai manusia yang berilmu dan pandai berpikir harus berupaya berbuat sesuatu yang bermanfaat melebihi kemanfaatan terhadap diri sendiri. Guyon dan permainan sebaiknya hanya menjadi hiburan, bukan sesuatu yang dipentingkan. ...