Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Terima Kasih Tak Terhingga Untuk Seribu Cerita

Teruntuk PJ ODOP yang terhormat, Salam dan syukur untuk kita semua atas segala rahmat yang melimpah. Dalam kesempatan yang berbeda kita selalu bersapa. Grup ODOP telah menjadikan kenangan penuh cerita. Tiap hari bahkan tiap detiknya tidak pernah lelah untuk cek notifikasi Grup WA satu ini, yakni Grup ODOP Pulau Bungin yang penuh kesan mendalam. Sebagai anggota, aku selalu berucap antara iya dan tidak untuk sebuah kelulusan. Bertahan dalam satu grup dengan berbagai kalangan anggota yang berbeda kesibukan ternyata menjadi hal yang sangat nyata. Walau memang nyatanya berbeda, tetapi tetap menjadi satu komitmen untuk bersama meraih satu tujuan, yaitu sukses bersama. Tiada kata yang paling berharga untuk diucapkan selain terima kasih yang sebesar-besarnya untuk para PJ di Pulau Bungin maupun di Grup Besar ODOP 6. Karena, berkat mereka aku menjadi termotivasi tiap hari untuk komitmen dalam menulis tiap hari. Walaupun sering hutang tulisan dan dibayar akhir pekan, PJ selalu tidak lelah...

Ruginya, Kalau Tidak Makan Buah Jeruk Sehari

Oleh: Fattah Alfarhy Sumber:  metrotvnews.com Sudah banyak dipahami, bahwa makan sayur dan buah sangat penting. Ketika belajar di bangku SD guru sering mengajarkan pentingnya makan dengan pola empat sehat lima sempurna. Sayur dan buah merupakan dua hal yang masuk dalam pola tersebut. Sayur masuk kategori ketiga dan buah masuk kategori keempat. Karenanya, patut saja jika sayur dan buah merupakan bagian penting dari pola makan sehat yang ideal bagi tubuh manusia. Pasalnya, sayur dan buah mengandung nutrisi yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Biar tidak mudah sakit, perlu konsumsi jeruk tiap hari. Perlu kita pahami kandungan apa saja yang terdapat dalam satu buah jeruk. Salah satu buah yang menjadi favorit bagi semua kalangan adalah buah jeruk. Kebanyakan orang hanya memahami adanya kandungan vitamin C di dalamnya. Adapun vitamin C sangat baik untuk meningkatkan imunitas tubuh. Selain itu, jeruk juga dapat menurunkan kolestrol. Nampaknya, ketika makan jeruk tid...

Aku Pergi Dalam Pesanmu

Oleh: Fattah Alfarhy Setiap detik yang berlalu Setiap menit yang ku ingat Berjam-jam aku setia duduk bersamamu Melepas rindu dalam canda dan tawamu Di sanalah aku mengingat betapa indah rona wajahmu Kau tampakkan kesejukan dalam kedamaian Mengeja keharmonisan dalam kebersamaan Berkhayal bersama indahnya masa depan Kini, waktu telah berpaling dari kataku Dulu aku berharap waktu yang pergi Biarkan kita tetap bersama Dunia berkata lain mengejar masa Ayah dan ibuku berpesan Jika engkau jauh dari sini Ingatlah siapa orang tuamu Renungkanlah di mana tanah lahirmu Jemari yang tidak lagi mengeja aksara Telah mampu menuntun langkahku ke sana Jauh di sana aku akan berburu Dalam doa penuh sang maha guru Sebatik, 01 Mei 2017 #KomunitasODOP #ODOP_6 #Tantangan_7

Teman dalam Kepergian

Oleh: Fattah Alfarhy Setiap kata yang terucap adalah doa. Sepatah kata yang tak terucapkan akan berbuah harapan. Doa yang terijabah akan membawa rasa senang dan damai. Kebaikan adalah muara tujuan setiap perkataan seseorang. Kata yang baik adalah modal utama dalam menggapai kebaikan. Cita-cita adalah tujuan kebaikan setiap kata yang diucapkan. Sehingga, tidak perlu banyak berkata jika hanya berujung dampak buruk kepada seseorang. Kalimat yang panjang bisa saja menjadi cacian dan fitnah. Seorang pembicara yang baik akan mengerti lawan bicaranya. Pendengar yang baik pasti menerima kebaikan yang telah terekam oleh telinganya. Jika ada seseorang telah banyak berkata tanpa jeda, bukan tak mungkin akan banyak salahnya. Di sinilah kelemahan manusia yang tidak menghiraukan kematangan ilmunya sebagai landasan. Dia hanya berkata untuk menarik simpati. Dan akhirnya, kata-katanya banyak berujung pada fitnah dan cacian yang jauh dari kebenaran. Adakalanya seseorang akan pergi dari kehidupan kita...

Menebar Hikmah, Meraih Berkah

Oleh: Fattah Alfarhy Zaman sekarang sudah beda dengan zaman baheula. Kalau dulu, orang diberi nasihat didengar. Tidak cukup sampai di situ, nasihat itu ditancapkan dalam hati. Kemudian suatu saat akan disampaikan sebagai hikmah. Karena suatu peristiwa yang terjadi atas kelalaian manusia, hikmah sering dinanti sebagai penawarnya. Seseorang yang tengah dirudung susah dalam hatinya selalu merindukan hikmah yang menyejukkan. Hikmah itu bisa berupa nasihat dan berita kebenaran.  Keadaan lain merubah kebiasaan orang dahulu. Anak-anak zaman sekarang lebih gampang ingat iklan di TV daripada nasihat orang tuanya. Generasi ABG pun sama, lebih peduli dengan status teman daripada pesan orang tua di pagi hari. Sudah seringkali dibilang jika sekolah jangan pernah suka bolos. Tetapi, faktanya tetap saja surat panggilan guru BP datang meminta orang tua ke sekolah. Itu semua lantaran kenakalan anaknya yang sulit dikendalikan. Istilah zaman dahulu, orang bilang, "Dinasihati masuk telinga kanan t...

Sekolah Pendengar

Oleh: Fattah Alfarhy Sejenak kita berpikir tentang dunia pendidikan. Tidak perlu membahas soal sistem pendidikan yang rumit. Tidak usah terlalu gegabah menyebut pendidikan yang mundur dan sebagainya. Namun, justru perlu bertanya kepada diri sendiri tentang kesiapan menjadi pendengar bijak. Agaknya berlebihan, tapi semoga bisa menjadi sentilan ringan bagi kita semua. Tanpa memandang kedudukan sebagai guru, orang tua dan murid. Bicara mengenai sekolah, semua pernah menjadi bagian di dalamnya. Entah sebagai murid, pengurus, tukang kebun sampai menjadi guru yang selalu setia memberi ilmu di sekolah. Tanpa guru dan murid, apa mungkin sekolah itu berjalan. Sekolah menjadi hidup dengan kehadiran orang-orang di dalamnya. Dengan kehadiran mereka sistem pendidikan di sekolah itu berjalan. Setidaknya bukan sekadar memberikan pelajaran 1+1 = 2. Lebih dari itu, sekolah menjadi rumah istimewa untuk transformasi ilmu kepada para pembelajar sejati. Tak peduli guru atau murid, sekolah menjadi tempat...

Kehilangan Malu

Oleh: Fattah Alfarhy Kecantikan seorang perempuan bukan satu-satunya alasan untuk dijadikan pilihan. Kedudukan yang disandang pun menjadi pertimbangan seorang lelaki yang akan meminangnya. Namun, terlepas dari semuanya agama menjadi satu-satunya pertimbangan penting untuk menentukan satu pilihan hati. Kekayaan dan kecantikan bersifat sementara. Seiring waktu yang berjalan akan berkurang sesuai kadar kegunaan dan masanya. Lain dengan agama menjadi satu modal penting untuk membangun kehidupan keluarga di masa depan. Tanpa agama yang mapan, rasanya tetap kurang untuk sebuah kedamaian kehidupan. Seorang anak perempuan pasti cantik. Kalau tampan  tentu saja milik lelaki. Masing-masing memiliki kelebihan. Seorang anak lelaki akan menonjol oleh keperkasaan dan kekuatannya. Ketika berhadapan dengan tantangan ia pantang menyerah dan selalu berusaha. Beda dengan anak perempuan yang lebih mementingkan kecantikannya. Atas kecantikan itu seringkali menjadi fitnah orang-orang yang melihatnya. ...

Menulis itu, Sesulit Apa Sih?

Oleh : Fattah Alfarhy Tidak menjadi heran, dan bukan aneh bagi kita semua bahwa tiap orang bersekolah pasti bisa menulis. Sejak dia TK sudah diajarkan bagaimana menulis huruf-huruf abjad. Masuk SD belajar menulis dan membaca dengan lancar. Usia SMP menjadikan tulisan lebih kaya dan kreatif. Ada puisi ditulis untuk ungkapan perasaan dan ada pula menulis diary walau hanya untuk sekedar menjadi pengisi waktu luang. Ketika di SMA tiba-tiba semangat menulis itu menurun. Bisa saja disebabkan, karena banyaknya materi pelajaran yang tak cukup waktu jika ditulis semuanya. Jalan pintas yang diambil adalah foto copy tiap pelajaran. Sehingga, mencatat sangat kurang dilakukan pelajar SMA. Syukur-syukur masih mau buat catatan ringkasan pelajaran. Masa remaja memang masa paling indah. Keinginan untuk selalu tampil di depan mulai dominan. Apalagi setelah aktif di berbagai organisasi menjadikannya semakin semangat untuk berlatih tampil di depan publik. Ini menjadi satu alasan kenapa menulis i...

Kasihan Yang Menunggu

Oleh: Fattah Alfarhy Janji itu hutang. Ketika sudah terlanjur janji, upayakan sekuat tenaga untuk menepatinya. Jika berjanji dengan waktu tertentu, datanglah lebih awal agar tidak membuat orang kecewa. Menunggu itu berat. Terlebih lagi jika menunggu tanpa kepastian. Pastinya terbayang kalau janji itu ringan untuk diucapkan. Akan tetapi, sangat berat untuk ditunaikan. Ibarat hutang, janji harus ditulis supaya tidak lupa. Jangan pura-pura lupa kalau sudah berjanji. Karena itu hanya akan menyakitkan orang mendengar janji. Ketika berjanji itu ringan sudah seharusnya menepatinya harus dipermudah. Jangan sampai mempersulit diri dengan tidak menepati janji. Jangan munafik. Itu lebih dari sekedar kebohongan yang terucap. Orang munafik itu tidak pernah memiliki saudara. Baginya semua adalah musuh. Karena yang ada baginya musuh abadi, sedangkan kawan itu cukup sehari. Ketika dipercaya orang lain jangan sampai berkhianat untuk kepentingan pribadi. Karena itu hanya sesaat untuk nafsu belaka. Be...

Jangan Biasa Terlambat

Oleh: Fattah Alfarhy Di dalam dunia pendidikan, selalu ditanamkan budaya disiplin. Tak hanya untuk murid, melainkan juga kepada guru maupun staf yang ada di sebuah sekolah. Pentingnya disiplin dalam lingkungan sekolah akan berpengaruh terhadap keberlangsungan belajar mengajar di dalamnya. Sehingga, penanaman disiplin harus dimulai sejak awal tahun ajaran. Sudah jamak diketahui, disiplin merupakan salah satu nilai karakter yang harus ditanamkan kepada para siswa. Kalau guru tidak mampu memberikan teladan kepada mereka, sudah tentu akan berimbas kepada perilaku negatif yang terbiasa dalam kaitannya dengan kedisiplinan. Contoh mudahnya, telat 5 menit bagi siswa harus diberikan peringatan. Jika sudah lewat 10-15 menit sejak bel masuk kelas, hukumnya sudah sepatutnya diberikan sangsi. Namun, ini semua mengacu kepada aturan yang berlaku menurut sekolah masing-masing. Disiplin menjadi satu kunci kesuksesan. Dengan disiplin  berarti telah berupaya untuk menghargai waktu. Karena itu, ked...

Kemenangan si Merah

Oleh: Fattah Alfarhy Suatu hari, di padang belantara hutan tropis benua Amerika Serikat terjadi sayembara lomba lari. Sayembara ini telah menjadi agenda tahunan di kerajaan hutan tersebut. Singa, sang raja hutan menantang lomba lari kepada si Macan Kumbang. Si hitam satu ini terkenal dengan kecepatan larinya. Sedangkan singa juga tidak mau kalah karena dikenal sebagai sang raja hutan sejati. Tiba-tiba datang dari arah belakang, si semut merah yang hampir tak kelihatan wujudnya. Dia pun ingin ikut serta dalam sayembara lari tersebut. Sontak, si singa dan si hitam menertawakan kedatangan si merah. "Hei, kamu itu siapa? Sudah kecil begitu mana mungkin bisa ngalahin kami yang terkenal pelari cepat," ujar singa sambil mengejek. "Iya tuh. Mana mungkin semut kecil seperti kamu bisa ngalahin kami. Kalau mau kalahin kami, tidak mungkin. Itu hanya mimpi bagimu," sahut si macan tanpa basa-basi. "Setidaknya aku bisa ikut serta dalam sayembara ini sudah...

Sederhana itu Menerima Apa Adanya

Oleh: Fattah Alfarhy Bahagia itu sederhana. Kebahagiaan setiap orang tentu berbeda satu sama lainnya. Ada yang mematok kebahagiaan itu harus memiliki segala yang dimaunya. Di sisi lain, ada yang merasa bahagia karena kehidupannya sudah lebih dari cukup. Bukan karena materi atau harta yang melimpah, melainkan kesempatan untuk menjalani kehidupan itu sudah membahagiakan. Akan tetapi, ada juga yang sangat mendambakan kelimpahan dalam harta dan materi. Jika terasa kurang, dia mencari. Sedangkan kalau sudah melimpah, dia akan terus ingin nambah dan bertambah pundi-pundi hartanya untuk menuruti nafsunya. Padahal, sejatinya kebahagiaan itu cukup pada yang menjadi milik sendiri dan kesempatan untuk beribadah. Seseorang yang mampu menjalani kehidupan berdasarkan pilihan hidupnya, ia akan merasa cukup dengan anugerah yang didapatkannya. Apa yang dia miliki dan pekerjaan yang sempat dilakukan sudah cukup untuk meraih kebahagiaan itu. Sebaliknya, orang-orang yang tidak pernah merasa cuku...

Sederhana Bukan Soal Pola Hidup Saja

Oleh: Fattah Alfarhy Apa yang terlintas di pikiran, bukan harus selalu dinyatakan. Semua yang telah terjadi sudah berlalu. Segala hal yang menjadi keinginan bukan berarti dibutuhkan. Dan semua yang menjadi jalan hidup tidak harus disesali sebagai penghambat atau malah menghalangi diri untuk maju. Hidup itu simpel saja. Tidak perlu mencari yang di luar kemampuan diri. Atau lebih bijaknya merasa cukup dengan segala pemberian yang sekarang ada di tangan sendiri. Justru mengembangkan sikap menerima apa adanya jauh lebih penting daripada berharap sesuatu yang belum pernah ada dan terjadi. Tidak patut juga untuk memikirkan sesuatu yang belum pernah terjadi. Itu akan mengganggu pikiran. Ketika hanya memikirkan apa yang terjadi di esok harinya, pasti yang ada hanya akan kehilangan momen dan kesempatan hari ini. Karena, masa lalu itu takkan pernah terulang lagi sedangkan masa depan itu suci. Tidak perlu dipikirkan yang sudah berlalu, dan juga tidak boleh terlalu menghabiskan waktu u...

Sederhana itu Bahagia

Oleh: Fattah Alfarhy Rasanya hidup dari dulu begitu-begitu saja. Terasa datar. Seakan tidak ada semangat untuk bergerak dan berkembang lebih dinamis. Inginnya ini lebih dari sekedar biasanya. Untuk yang lain ada yang masih tertinggal. Gara-gara lebih fokus pada satu titik, di titik lainnya terlupakan. Cita-cita sudah tertanam dan terencana. Tapi, sayangnya tak kunjung masuk ke dalam list to do. Pada akhirnya, semua hanya berjalan dan berlalu meninggalkan waktu. Setiap orang ingin bahagia. Bukan sekedar kebahagiaan semu, yang terkadang datang dan lebih sering pergi begitu saja. Akan tetapi, dia kebahagiaan yang diinginkan adalah rasa tentram dan kedamaian di kehidupannya. Tidak kurang dan tidak lebih ukuran kebahagiaan yang diharapkannya. Ketika melihat kelebihan orang lain, dia menerima karena bukan bagiannya. Ketika melihat kekurangan sendiri, dia sadar harus lebih giat lagi untuk mengembangkan diri. Satu hal yang seringkali dipikirkan untuk menjangkau hidup lebih baik a...

Menanamkan Hidup Sederhana

Oleh: Fattah Alfarhy Anak remaja di zaman modern seperti sekarang tampak kurang lengkap jika tidak ada gawai di tangannya. Ini semacam gaya hidup. Bisa saja mereka yang tidak memilikinya, akan sedikit teman. Atau mungkin dia akan menjari generasi kurang gaul, kurang update, atau barangkali kurang jaringan pertemanan. Sebab, jaringan pertemanan dunia maya lebih diunggulkan daripada teman di dunia nyata. Hal itu, bisa nampak di berbagai sudut tempat pasti akan mudah ditemui orang-orang bermain gawai dalam genggamannya. Sayang sekali, hal itu tidak dibarengi dengan kegiatan positif. Jika gawai sudah dalam genggaman yang lain jadi terlupa. Buku yang seharusnya menjadi teman setia, seakan penuh sarang laba-laba di atas lemari. Tersebab buku itu sudah lama tidak disentuh apalagi dibaca. Ini menjadi seakan kebiasaan atau lebih tepatnya disebut sebagai gaya hidup. Seseorang yang tidak mengikuti gaya hidup seperti itu, tidak layak disebut manusia modern. Oleh karena itu, perlu ada...

Gawai, Antara Gaya Hidup Vs Kebutuhan Primer

Oleh: Fattah Alfarhy Arus globalisasi tidak mungkin untuk dibendung lagi. Lajunya menerobos dinding-dinding pembatas lokalitas maupun budaya yang berlaku di suatu masyarakat. Di seluruh  belahan dunia terkena dampak globalisasi, tanpa terkecuali Indonesia. Biasanya, ditandai dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Dampaknya, anak-anak dan remaja sudah tampak biasa menggunakan gawai yang bernilai mewah pada era sebelumnya. Padahal, dulunya memiliki HP yang bisa buat nelpon sama kirim pesan sudah tergolong mewah. Sedangkan, untuk saat ini HP model begitu sudah tidak laku. Terlebih bagi anak remaja masa kini, yang menganggapnya sebagai barang rongsokan. Itu karena fungsinya yang sangat terbatas. Hal di atas menjadi fenomena yang sudah biasa terjadi di tengah masyarakat tanpa memandang kasta dan tingkatan. Baik itu golongan ekonomi yang pas-pasan sekali pun, memiliki HP model smartphone merupakan standar gaya hidup yang harus diikuti. Sebab, kalau tidak mengikutinya ...

Setelah Kesulitan, Ada Kemudahan

Oleh: Fattah Alfarhy Setiap orang memiliki kecenderungan masing-masing dalam menentukan masa depannya. Ada yang ingin cepat. Ada pula yang ingin santai dan perlahan tapi pasti. Namun, ada yang cukup mengkhawatirkan dengan menjalani waktu sejadi-jadinya dan pasrah sampai nanti apa ujungnya. Karenanya, ketiga orang tersebut harus mau berjuang untuk meraih cita-cita dan mimpinya. Hidup ini tak cukup hanya untuk di angan-angan. Tidak boleh juga untuk dipermudah dan apalagi diremehkan. Namanya hidup itu harus berjuang. Kalau hadir kesulitan, harus mempunyai jiwa pejuang yang tiada kata menyerah. Saat perjuangan itu tak kunjung hasil, tidak melupakan jati diri perjuangan itu tidak pernah sia-sia. Berjuang menjadi harga beli untuk meraih kesuksesan di kemudian hari. Berakit-rakit dahulu, berenang ke tepian. Manusia yang ingin sampai di tepian ketika berada di tengah laut harus giat berjuang mengayuh rakitnya. Ketika sedang dilanda rasa sakit, ia harus yakin dan kuat melawan penyakitnya. Sa...

Tentang Waktu

Oleh: Fattah Alfarhy Setiap pagi, saat terbangun dari lelapnya tidur tentu rasanya gembira. Matahari yang cerah masih sempat dirasakan hangat pancaran sinarnya. Nikmat pertama yang sungguh tidak dapat tergantikan oleh waktu yang lain. Ketika matahari beranjak meninggi, semakin panas sinar menghangatkan udara pagi. Saat itu pula, semakin terbukti akan kehadiran matahari untuk dunia. Waktu yang berjalan, dari pagi sampai malam adalah sunnatullah yang sungguh luar biasa. Tidak ada yang akan mampu untuk mempercepat atau pula menghentikannya. Bahkan, waktu akan selalu meninggalkan manusia yang hanya berangan-angan akan ini dan akan itu. Dia tak sadar karena selalu menunda kesempatan dan waktu selalu hilang seketika. Sudah semestinya tidak akan pernah kembali waktu yang telah pergi. Sedangkan angan-angan akan selalu bermunculan dari waktu ke waktu, dari hari ke hari tanpa jeda oleh langkah kaki. Dalam Al-Quran Allah pun bersumpah atas nama waktu. Itu sebagai pertanda betapa besarnya perin...

Biografi Buya Hamka

Siapa yang tidak kenal dengan Buya Hamka? Beliau merupakan salah seorang ulama yang juga aktifis politik dan penulis terkemuka di Indonesia. Hamka sendiri merupakan akronim dari Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Lahir tanggal 17 Februari 1908, di kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat. Ayahnya bernama Syeikh Abdul Karim bin Amrullah. Beliau merupakan seorang pelopor Gerakan Islah (Tajdid) di Minangkabau, setelah kembali dari Makkah. Semasa kecilnya, Hamka memperoleh pendidikan dasar di SD Maninjau. Namun, sekolahnya cuma sampai kelas dua saja. Setelah menginjak usia 10 tahun, Hamka mengikuti pendidikan di lembaga yang didirikan ayahnya. Di Sumatera Thawalib itulah, Hamka mempelajari agama dan bahasa Arab. Selain itu, juga aktif mengikuti pengajian dan pengajaran agama. Mengawali karirnya, Hamka menjadi guru agama di perkebunan Tebing Tinggi dan Medan, pada tahun 1927 dan 1929. Beliau juga pernah menjabat sebagai rektor Perguruan Tinggi Islam di Jakarta. Sampai akhirnya, ja...

Katakan Kebenaran atau Diam Saja

Oleh: Fattah Alfarhy Akhir-akhir ini marak berita hoax di masyarakat. Berita hoax dikenal sebagai berita bohong seperti dikutip dari Kamus Bahasa Inggris. Hoax merupakan cerita yang sarat dengan kebohongan yang dapat difungsikan sebagai alat untuk menipu atau bermaksud jahat terhadap orang lain. Kebohongan itu terkadang disusun secara sistematis agar tidak terbaca oleh masyarakat. Sehingga, seringkali masyarakat pun hanya menjadi obyek empuk berita hoax. Awamnya masyarakat terhadap akses informasi yang bermutu, menjadikan mereka hanya terfokus pada sosial media. Amat disayangkan kalau itu sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan kebutuhan. Sampai-sampai mengalahkan kegiatan pokok yang seharusnya lebih dipentingkan. Tidak heran, kalau sekarang banyak ditemukan ibu-ibu beraktifitas di rumah tanpa terpisah dengan smartphonenya. Entah itu memasak, beres-beres rumah sampai mengasuh anak tidak mau meletakkan gawainya walau sejenak. Alih-alih meletakkan, menon-aktifkan sejenak saja akan kh...

Suka Fiksi, Melamunlah!

Oleh: Fattah Alfarhy "Lamunan adalah dasar dari segala fiksi." (Colin Wilson) Berada di dunia ini ibarat naik kapal yang berlabuh sementara. Perjalanan kita masih sangat jauh untuk menuju ke arah kebahagiaan. Setiap orang mendambakan kebahagiaan dalam hidupnya. Dalam cara apapun ia mencoba untuk meraih kebahagiaan itu dalam waktu yang begitu singkat di dunia. Namun, kebahagiaan itu tidak kekal. Karena, ibarat orang kehausan yang lega oleh segarnya air minum akan haus lagi dan lagi. Kehidupan di dunia ini diumpamakan al-Qur’an sebagai candaan dan permainan. Setiap orang yang kita temui pasti bermacam-macam karakter dan sifat yang dimiliki. Mereka tidak mungkin seperti yang kita pikirkan. Pun mereka tidak bakal menuruti apa yang kita inginkan. Itu menandakan bahwa setiap memiliki keistimewaan dan keunikan dengan segala kekurangannya. Karena itu, setiap orang tentu harus menentukan jalan hidupnya menyesuaikan karakter dan kelebihan yang dimiliki. Kebahagiaan s...

Berceritalah Seperlunya

Oleh: Fattah Alfarhy "Jarang mengungkapkan semuanya adalah tindakan bijak." (Strunk Dan White) Tanpa kita sadari, terkadang bercerita itu tidak pernah ada batasnya. Bercerita itu selayaknya pernyiar radio yang tidak peduli bakal didengar orang apa tidak. Serasa ketika bercerita itu tidak ada rasa canggung sedikit pun untuk mengungkapkan sekian peristiwa sedetail mungkin. Sehingga, terkadang terjadi pernyataan yang seharusnya dirahasiakan tanpa disadari. Dan karena sudah terlanjur, penyesalan selalu terjadi di akhir. Cerita apapun itu baik, sebagai bentuk keterbukaan kepada kawan atau siapa saja sebagai pendengarnya. Ketika bercerita seakan-akan mengajak pendengar masuk ke dalam cerita tersebut tanpa tabir sedikit pun. Cerita yang disampaikan tambah meyakinkan ketika dialog berhasil ditampilkan dengan sangat elegan. Hal itu semakin menambah semangat para pendengar untuk mengobati rasa penasarannya. Ketika telah sampai para konfilk yang sangat menantang, tiba...

Membaca Pesan Moral Al-Qur’an

Oleh: Fattah Alfarhy “ Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan…” QS. Al-Baqarah [2]: 264 Kita perlu tahu bahwa Al-Qur’an merupakan kitab suci petunjuk bagi umat manusia. Selain sebagai wahyu bagi Rasulullah Saw., Al-Qur’an memberikan cahaya kebenaran bagi bangsa Arab kala itu. Mereka yang awalnya hidup dalam kegelapan masa Jahiliyah, akhirnya takluk oleh Islam yang penuh dengan hidayah. Sebagai rujukan dasar agama Islam, ada Al-Qur’an dan Hadis yang tidak pernah habis untuk dikaji kandungan dan pesan-pesannya. Al-Qur’an ibarat mutiara yang selalu indah dipandang dari sudut mana pun. Dari segi kebahasaan, al-Qur’an selalu indah untuk dibaca maupun didengarkan bacaannya. Dilihat dari segi pesan-pesannya selalu pas dan cocok dalam penggunaan kata menurut pembacanya. Tidak dipungkiri, jika orang y...

Akhirnya Hafal Juga

Oleh: Fattah Alfarhy Sumber: gstatic.com Seminggu lagi adalah tanggal perpulangan bagi santri di Pesantren Darur Rahman. Pesantren ini memiliki jadwal perpulangan sebulan sekali bagi semua santri. Namun, tidak semua santri dimungkinkan pulang semua. Tersebab untuk pulang, tiap santri wajib memenuhi persyaratan-persyaratan. Sehingga, Ferdy terancam untuk tidak pulang. Di pesantren ini, tiap santri wajib mencapai target hafalan Al-Quran seperempat juz untuk tiap perpulangan. Selain itu, santri juga harus setoran 50 kosakata tiap bulannya. Kalau kedua syarat itu tidak terpenuhi, maka santri dilarang pulang. Ini merupakan kebijakan turun temurun yang berlaku sejak awal pesantren berdiri. "Waduh, gimana nih udah mau pulang tinggal seminggu lagi. Targetku belum terpenuhi," ujar Ferdy kepada Anton, sahabat karibnya. "Kenapa bro? Kok tiba-tiba kusut begitu mukamu," sahut Anton. "Gini ton, tahu khan perpulangan tinggal seminggu. Masak, aku ng...

Menulis itu Sulit, Tapi Memungkinkan

Oleh: Fattah Alfarhy Sumber: https://media.beritagar.id "Menulis adalah seni yang begitu rumit, sungguh rumit memahami apa yang Anda coba keluarkan dari imajinasi Anda sendiri, dari kehidupan Anda sendiri  ." (William Kennedy). Seseorang tentu pernah menuliskan pengalaman. Baik pengalaman pribadi ketika masih sekolah, bersama teman sepermainan dan bisa juga pengalaman ketika bekerja. Semua itu membutuhkan ingatan yang tidak perlu diimajinasikan. Akan tetapi, dalam satu kondisi imajinasi menjadi penting karena tidak semua peristiwa yang dialami tersebut teringat secara detail. Pengalaman butuh diingat untuk kemudian dituliskan dalam sebuah catatan harian misalnya. Jika tidak pandai untuk berimajinasi, rasanya sulit untuk merangkaikan satu kalimat saja yang mewakili pengalaman masa lampau yang sempat dialami pribadi. Terkadang mengingat peristiwa itu mudah. Seakan kita berada pada masa itu kembali. Namun, dalam kondisi yang penting untuk menuliskan rasanya sangat ...

Sekolah Program Tahfizh

Oleh: Fattah Alfarhy Sekolah tahfizh menjadi pilihan favorit orang tua untuk menyekolahkan anaknya. Tahfizh menjadi satu program unggulan di sekolah zaman sekarang. Itu karena, rata-rata sekolah sekarang menjalankan program full day. Seharian di sekolah sejak pagi sampai sore hari. Diantar orang tua tiap pagi dan dijemput di sore harinya. Rasanya, jika seharian di sekolah tidak mengaji terasa ada yang kurang. Dari itulah, orang tua lebih memilih sekolah yang memiliki program tahfizh sebagai upaya untuk tetap mendorong anaknya tetap mengaji. Program tahfizh di sekolah memiliki bentuk yang beragam. Ada yang dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Dalam penerapannya, program tersebut ditetapkan sebagai salah satu mata pelajaran. Biasanya, disisipkan di beberapa hari dengan porsi secukupnya. Gunanya, agar kesiapan siswa lebih terkondisikan. Hitung-hitung persiapan dilakukan beberapa hari sebelum mereka setor hafalannya. Selain itu, ada yang menjadi program kegiatan ekstrakurikuler. Posisiny...

Tersebab Tidak Paham, Maka Harus Menulis

Oleh: Fattah Alfarhy Sumber: kompasiana.com "Aku menulis bukan karena aku memahami dunia, melainkan karena aku tidak memahaminya ," (Gerald Murnane). Barangkali selama ini banyak yang beranggapan bahwa penulis merupakan yang paling paham dengan tulisannya. Sebelum tulisan itu ditulis, penulis dianggap selalu paham dengan materi yang akan ditulisnya. Dari situlah muncul pemahaman bahwa menulis itu sulit karena tidak paham. Karena tidak paham, wajarlah kalau tidak perlu menulis. Mereka pun takut kalau menuliskan sesuatu yang tidak dipahami dengan baik akan menyesatkan. Akan tetapi, menyimak ungkapan di atas serasa ada pemecut semangat lagi untuk menulis. Kalau dulu menulis harus nunggu paham dulu, sekarang tidak perlu berpikir jauh dulu. Cukup beranikan diri dan menuliskan apa yang berhasil kita dapatkan. Persoalan paham dan tidak itu adalah tentang kemauan. Jika ketidakpahaman terhadap suatu persoalan dijadikan alasan enggan menulis, maka tidak akan muncul tuli...