Langsung ke konten utama

Terima Kasih Tak Terhingga Untuk Seribu Cerita

Teruntuk PJ ODOP yang terhormat,

Salam dan syukur untuk kita semua atas segala rahmat yang melimpah. Dalam kesempatan yang berbeda kita selalu bersapa. Grup ODOP telah menjadikan kenangan penuh cerita. Tiap hari bahkan tiap detiknya tidak pernah lelah untuk cek notifikasi Grup WA satu ini, yakni Grup ODOP Pulau Bungin yang penuh kesan mendalam.

Sebagai anggota, aku selalu berucap antara iya dan tidak untuk sebuah kelulusan. Bertahan dalam satu grup dengan berbagai kalangan anggota yang berbeda kesibukan ternyata menjadi hal yang sangat nyata. Walau memang nyatanya berbeda, tetapi tetap menjadi satu komitmen untuk bersama meraih satu tujuan, yaitu sukses bersama.

Tiada kata yang paling berharga untuk diucapkan selain terima kasih yang sebesar-besarnya untuk para PJ di Pulau Bungin maupun di Grup Besar ODOP 6. Karena, berkat mereka aku menjadi termotivasi tiap hari untuk komitmen dalam menulis tiap hari. Walaupun sering hutang tulisan dan dibayar akhir pekan, PJ selalu tidak lelah untuk mengingatkan. Dan pada akhirnya, aku bisa selesaikan tanggung jawab untuk menyelesaikan semua tugas dan tentunya tantangan yang selalu menghantui pikiran tiap minggunya.

Sekali lagi aku sampaikan terima kasih dan ucapan maaf khusus PJ yang ganteng dan cantik, gokil, dan selalu disiplin menjalankan amanahnya. Semoga kita selalu dalam naungan dan bisa bersua lagi dalam dunia nyata.

Sekian dan harap maklum

Salam Literasi,


Fattah Alfarhy


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Antara Sekian Anomali Kuasa

Selama ini, mungkin sulit untuk memahami realitas. Karena, pada prinsipnya melihat itu sudah cukup. Anomali yang tercipta secara organik gagal terbaca oleh sekian ribu mata yang tak teliti. Mereka bisa bilang, "Karena belum ada yang menyatakan hal tersebut." Namun, apapun adanya dalam setiap fenomena tentu ada sikap sebagai perwakilan pandangan. Tidak menyebut siapa yang benar dan apa yang dikatakan. Semua kembali pada basis semesta yang natural. Lain halnya, jika dikembalikan kepada keraguan akan berhenti pada fanatisme semata. Lalu, apa yang terlihat oleh sepasang mata dan pikiran personal? Ada yang bilang, "Itu dikembalikan kepada kondisi sosial dan politik yang berlaku. Tidak lazim memulangkan kepada kesimpulan spontan para pasukan sorak gembira." Beginilah satu dari sekian wajah klasifikasi kerutan kain perdamaian. Tidak ada yang mengira seseorang yang pernah berkata ini, akan berkata lain di waktu yang berbeda. Dan pada akhirnya, semua berteriak ada kuasa d...

Kala Menulis Bingung Mencari Judul

Oleh: Fattah Alfarhy Penulis itu, ya menulis. Kalau membaca terus, kapan nulisnya? Tapi, menulis tanpa bacaan terus kapan berkembangnya? Agaknya pertanyaan-pertanyaan ini selalu menghantui para penulis. Terlebih penulis pemula semacam saya, Anda, atau mungkin banyak orang di luaran sana yang berkeinginan menulis, tapi tidak lekas menulis. Mereka cuma mengumpulkan teori, tanpa segera mempraktikkan. Dan pada akhirnya keinginan itu hanya menjadi bualan saja. Manusia memiliki jatah waktu yang sama dalam sehari semalam. Setiap kita dijatah 24 jam, tidak kurang dan tidak lebih. Setiap kita punya kesibukan masing-masing menurut profesi yang digeluti. Semuanya berjalan tanpa halangan dan baik-baik saja. Tapi, rasanya menyisakan waktu sedikit untuk menulis kok berat ya. Padahal, untuk sebuah kata tinggal dipikir direnungkan lalu ditulis dan selesai. Kenapa sulit sekali kebiasaan itu diwujudkan dalam keseharian. Lagi-lagi kesibukan dijadikan alasan. Di saat pikiran sedang mood, rasanya fresh ...

Prinsip-prinsip Dalam Menulis

Oleh: Fattah Alfarhy Perlu dipahami oleh kita semua para penulis pemula, atau bahkan yang sudah sering nampang di media massa bahwa dalam menulis itu ada prinsip-prinsip yang harus diperhatikan. Besar kemungkinan jika prinsip-prinsip tersebut diikuti, kita tidak akan kebingungan untuk menulis. Hasil tulisan itulah nantinya yang akan membawa prinsip-prinsip ke hadapan pembaca. Lalu apa saja prinsip-prinsip yang ada pada proses menulis? Pertama, prinsip kebenaran. Menulis harus dilandasi untuk menyampaikan kebenaran. Bukan sekadar benar untuk diri sendiri. Tapi, kebenaran yang disampaikan melalui tulisan sebisa mungkin agar bisa mempengaruhi orang lain. Jika hal itu dapat terpenuhi, maka tulisan tersebut bisa jadi amal jariyah bagi si penulis. Secara tidak langsung, jika pembacanya melakukan kebaikan seperti yang telah dituliskan maka penulisnya akan mendapat aliran pahala. Karena, dia berhasil mempengaruhi para pembaca melalui tulisan yang dipublikasikannya. Kedua, prinsip kebermanfa...